Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Ironman Mabes Polri sukses mencetak prestasi di ajang lomba triathlon ekstrem tingkat dunia bertajuk Ironman di Taupo, Selandia Baru, pekan lalu. Tim yang dipimpin Brigjen Slamet Uliandi itu sukses mencapai garis finis di lomba yang diikuti triatlet tingkat dunia tersebut.
Tim yang bernama KJ Team itu sebelumnya mempersiapkan diri selama setahun. Hasilnya, 7 personelnya sukses menyentuh garis finis di medan lomba.
"Nothing is impossible become an Ironman”, kata Slamet yang juga Karobinops Bareskrim Mabes Polri itu dalam keterangan persnya, Minggu (15/3).
Kunci sukses timnya mencapai garis finis lomba Ironman, kata Slamet, selain ditunjang latihan, juga tekad kuat untuk menyelesaikan lomba. Di samping itu, asupan nutrisi untuk menunjang stamina dan kesehatan selama berlomba juga penting.
Inspirasi dalam berlomba di Ironman, lanjut Slamet, berasal dari legenda asal Jepang, Hiriko yang 26 kali berhasil mencapai garis finis di lomba Ironman (finish strong).
"Pain is temporary but glory is forever,” tegasnya menggambarkan latihan yang dijalani timnya.
Baca Juga: Agus Suparmanto Kembali Pimpin PB IKASI
Triathlon Ironman dikenal sebagai olahraga paling sulit di dunia karena dilakukan dalam satu hari. Para peserta dituntut untuk melakukan latihan fisik dan mental dalam durasi waktu yang sangat melelahkan sepanjang hari.
Uniknya, para peserta yang mengikuti Triathlon Ironman ini bukan hanya atlet kawakan di bidangnya, melainkan masyarakat biasa yang siap uji fisik dan mental.
“Latihan fisik dan mental sampai push to the limit, atau dengan kata lain secara optimal dalam beberapa waktu lamanya akan menjadi kebiasaan,” jelas Slamet.
Ajang Ironman yang digelar di Selandia Baru diikuti 2.500 peserta dari berbagai negara. Tercatat ada 25 peserta di ajang itu yang berasal dari Indonesia. (RO/OL-7)
ANGGOTA Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menekankan bahwa reformasi Polri dan Kejaksaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada aspek regulasi semata.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia.
Menegaskan kembali posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah komando Presiden adalah keputusan yang tepat.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kritik publik terhadap Polri kerap dirangkum dalam ungkapan 'tajam ke bawah, tumpul ke atas.'
ANALIS Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved