Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
VALENTINO Rossi menjalani pekan yang kompetitif bersama Yamaha akhir pekan ini di GP Austria, Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (11/8).
Juara dunia sembilan kali itu finis P4 setelah start dari P10. Bersama rekan satu timnya, Maverick Vinales yang finis P5 dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang finis podium ketiga,
Rossi melengkapi tiga pembalap Yamaha yang finis di peringkat lima besar hari itu.
Pembalap asal Italia itu sebelumnya sempat kecewa setelah mendapati hasil kurang memuaskan di babak kualifikasi dan harus start dari baris keempat.
Namun, selama 28 putaran di balapan seri ke-11, Rossi mampu menahan laju Vinales dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) yang mengincar peringkat keempat.
"Aku senang akhir pekan ini dan khususnya tentang balapan karena di atas kertas trek ini sangat sulit. Tapi kami memperbaiki diri Jumat pagi dan kami mengerti jika kami lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu, jadi ini sangat penting," kata Rossi seperti dikutip laman resmi MotoGP.
Baca juga: Red Bull Ring masih Milik Ducati
Rossi finis sekitar 1,5 detik dari Quartararo dan tujuh detik dari dua pembalap terdepan, Andrea Dovizioso (Ducati) dan Marc Marquez (Repsol Honda).
Terakhir kali pembalap Yamaha naik podium di Austria adalah dua tahun lalu ketika Jorge Lorenzo finis peringkat tiga.
Dua kali finis di dalam peringkat enam besar di Rep Ceko dan Austria menjadi awal positif di paruh kedua musim bagi Rossi, yang sebelumnya mengeluhkan hasil buruk di paruh pertama sebelum libur musim panas.
"Start dari paruh kedua musim ini tidaklah fantastis tapi cukup positif, mengingat bencana di paruh pertama. Kelihatannya Yamaha telah mulai bekerja keras dan di jalur yang lebih baik. Kami masih harus berbenah, tapi seperti ini lebih baik, dan kelihatannya kami lebih baik," ujar Rossi.
Balapan seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris pada 25 Agustus, dan Rossi, yang saat ini berada di peringkat lima klasemen (103 poin), berharap pekan depan bersahabat bagi Yamaha.
"Semoga cuacanya bagus dan akhir pekan yang bagus karena trek ini fantastis dan aspal baru bisa bagus untuk Yamaha," pungkasnya. (OL-2)
Perhatian publik tertuju saat Rossi turun langsung ke lintasan dalam sesi track day pada hari ini. Meski telah pensiun dari MotoGP, The Doctor tetap menunjukkan kelasnya sebagai raja
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
JENAMA apparel olahraga lokal, Erspo, mengumumkan kolaborasi eksklusif dengan tim MotoGP besutan legenda Valentino Rossi, adalah VR46.
Rossi bahkan menyebut Lorenzo sebagai yang terkuat karena keduanya sempat menjadi rekan setim di Yamaha.
VALENTINO Rossi menyebut Jorge Lorenzo sebagai rival terberat sepanjang kariernya di MotoGP.
PEBALAP dunia Valentino Rossi mengungkapkan penyesalannya karena tidak pernah merasakan atmosfer balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved