Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
LEGENDA bulu tangkis nasional Rudy Hartono mengaku sedih melihat pencapaian junior-juniornya di Indonesia Terbuka 2019 yang hanya menyabet satu emas dari pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Peraih delapan emas di All England itu mengaku tidak bisa berbuat banyak karena bukan bagian dari organisasi yang membina para pebulu tangkis Indonesia.
"Prihatin sampai enggak bisa beri komentar atas kegagalan tuan rumah berprestasi maksimal (di Indonesia Terbuka)," ucapnya kepada Media Indonesia, kemarin.
Menurut dia, keprihatinan yang dirasakannya tentu menjadi perasaan yang juga menimpa seluruh masyarakat yang mencintai bulu tangkis. Bisa sangat menyedihkan jika Marcus/Kevin juga gagal meraih medali emas. Seandainya itu terjadi, Rudy mengatakan pasti tidak bisa berkata apa pun.
Rudy menilai, para pemain Indonesia kurang dalam hal fisik, teknik, dan mental.Kekurangan itu menyebabkan pemain Indonesia berguguran, bahkan meski tampil di hadapan publiknya sendiri. Ketiganya merupakan kombinasi yang menjadi batu sandungan dalam usaha merebut medali emas dari para kompetitor.
Padahal, kata dia, sebagai tuan rumah kompetisi Super 1.000 itu, Indonesia seharusnya menargetkan minimal dua gelar juara. Namun, kenyataannya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selaku organisasi yang membina pebulu tangkis Indonesia hanya menginginkan satu.
"Kunci sukses juga harus mandiri dan fokus 100% di persiapan. Melihat capaian di Indonesia Terbuka, itu artinya kedua hal itu tidak terlihat di sebagian besar atlet kita saat ini. Kalau 2-3 tahun di pelatnas prestasinya enggak meningkat sudah pasti begitu. Apalagi kalau hasil latihan tidak memenuhi target," jelasnya.
Tunggu SEA Games
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, menanggai usulan pergantian pelatih bagi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang merupakan pemain tunggal putra. Menurutnya, ada banyak faktor yang perlu dinilai jika harus mengganti pelatih.
"Kami melihat banyak faktor yang dinilai, tidak hanya saat kalah. Kita juga lihat saat kemenangan seperti apa," kata Susy.
Permintaan untuk mengganti pelatih sebelumnya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, setelah kecewa dengan kekalahan Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Terbuka.
Menurut Susy, masukan terkait dengan pergantian pelatih yang disampaikan Taufik melalui merupakan bentuk perhatian dari seorang legenda bulu tangkis terhadap keberlangsungan prestasi nasional.
"Tentunya masukan dari para legenda sangat luar biasa, tapi kita lihat secara teknis, kalahnya seperti apa. Kalau lihat pada saat menang sebulan lalu, All Indonesian Final di Selandia Baru perlu jadi pertimbangan juga," kata Susy.
PBSI, lanjut Susy, akan mengevaluasi penampilan pebulu tangkis nasional seusai perhelatan SEA Games 2019 dari sisi permainan, kesiapan, hingga mencermati situasi kritis poin. (Ant/R-3)
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved