Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PABRIKAN Yamaha siap menebar ancaman kepada pebalap favorit juara pada GP Jerman, Marc Marquez (Repsol Honda), akhir pekan nanti di Sirkuit Sachsenring.
"Aku kira Honda dan Marc adalah favorit. Mereka lah yang harus dikalahkan," ungkap pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales kepada laman resmi MotoGP Jumat (5/7) dini hari.
Vinales yang menjuarai seri sebelumnya di Belanda pekan lalu, akan mencoba tampil maksimal di Sachsenring. Dia hanya mampu finis ketiga tahun lalu, sementara rekan satu timnya Valentino Rossi masuk finis runner up.
"Kami akan mencoba mengikuti kecepatan mereka, tapi akan sulit tentunya. Kami akan mencoba dan bekerja dengan mentalitas yang serupa seperti di Montmelo dan Assen, mencoba kuat di setiap sesi dan lihat apa yang terjadi," ujarnya.
"Aku merasa sangat bagus, aku tak punya beban jadi aku akan menekan secara maksimal," kata pebalap bernomor 12 itu.
baca juga: Gubernur NTB Minta Warga Tak Panik Sikapi Potensi Gempa Besar
Direktur tim Monster Energy Yamaha MotoGP Massimo Meregalli mengungkapkan Yamaha memiliki kecepatan yang dibutuhkan ketika di Barcelona. Namun sayang balapan selesai lebih cepat.
"Kecepatan yang kami perlihatkan ketika latihan dan di semua sesi memberikan kami kepercayaan diri yang tinggi sehingga kami bisa tampil cukup baik," kata Meregalli.
Meregalli pun tak terkejut mendapati Vinales juara di Assen, dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) meraih pole position dan finis P3 di sana. Marquez setelah delapan balapan masih kokoh di puncak klasemen diikuti oleh pebalap Ducati Andrea Dovizioso pada peringkat dua dengan terpaut 44 poin. (OL-3)
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved