Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS peringkat 1 dunia Naomi Osaka yang kalah di babak ketiga Prancis Terbuka 2019 dari petenis nonunggulan Katerina Siniakova mengungkapkan dirinya merasakan tekanan di sepanjang pekan.
Petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam itu, Senin (3/6), mengutarakan, "Saya belum bisa rileks sejak saya tiba di sini. Di turnamen ini, saya merasakan hal berbeda dibandingkan dengan Grand Slam lainnya yang saya lakoni, karena biasanya saya merasa sangat bebas dan menyenangkan dan kali ini, saya merasakan tekanan di sepanjang waktu. Bahkan ketika saya tidur.”
Osaka telah mengantongi 14 kemenangan beruntun di Grand Slam setelah secara mengejutkan mampu menaklukkan Serena Williams di final Amerika Serikat (AS) Terbuka musim lalu yang menjadi gelar Grand Slam pertama dalam kariernya dan diikuti dengan menundukkan Petra Kvitova dalam laga tiga set di final Australian Terbuka, awal musim ini.
Namun, Osaka harus berjuang keras demi terhindar dari jurang kekalahan pada dua babak pertama di Roland Garros.
Baca juga: Osaka Gagal Hattrick
Ia terpaut dua poin menuju kekalahan babak pertama sebelum akhirnya mampu menyisihkan Anna Karolina Schmiedlova dengan 0-6, 7-6, dan 6-1 dan di babak kedua. Ia juga kecolongan set pertama sebelum mengaramkan Victoria Azarenka dengan 4-6, 7-5, dam 6-3.
Kedua pertandingan tersebut memperlihatkan beberapa kualitas Osaka sebagai juara sejati. Tetapi, ia tidak mampu keluar dari masalah melawan petenis berkebangsaan Ceko, Siniakova yang menang dengan meyakinkan 6-4 dan 6-2.
Perjalanan Osaka di Melbourne membuktikan seberapa baik Osaka mengatasi ekspektasi yang dilekatkan kepada dirinya dengan menjadi petenis putri pertama sejak Jennifer Capriati pada musim 2001 yang memenangkan gelar Grand Slam keduanya tepat setelah mengantongi gelar yang pertama.
Namun, pertanyaan mencuat mengenai potensi mengklaim gelar Grand Slam ketiga secara beruntun. Menurut Osaka, hal tersebut terbukti menjadi beban yang cukup berat.
“Saya pikir saya terlalu banyak memikirkan tentang melengkapi gelar Grand Slam,” aku Osaka seperti dilansir laman daring WTA.
“Bagi saya, hal itu adalah sesuatu yang saya ingin lakukan, tetapi saya pikir saya harus memikirkan hal itu dengan pemikiran, jika hal itu adalah hal yang mudah, maka setiap petenis bisa melakukannya,” sambungnya.
Kekalahan tersebut tentunya bukan momen yang paling menggembirakan bagi Osaka.
“Saya sangat kecewa dengan cara saya bermain dan saya berharap saya bisa bermain dengan lebih baik. Saya rasa itu normal, terutama jika anda telah berlatih sangat keras untuk momen-momen seperti ini, lalu anda tidak bermain dengan cara yang anda inginkan,” imbuh Osaka.
Mengenai petualangannya di musim lapangan tanah liar 2019, Osaka menambahkan, “Ini aneh, tetapi saya pikir kekalahan ini mungkin hal terbaik yang bisa terjadi. Dari hasil yang telah saya capai, saya pikir musim clay-court ini menjadi musim clay-court terbaik yang pernah saya alami. Lolos ke semifinal, dua perempatfinal, dan saya tidak kalah di babak pertama. Saya tidak bisa benar-benar mengatakan terlalu banyak hal negatif tentang kekalahan ini. Kita hanya bisa terus melangkah maju menuju masa depan.” (OL-2)
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
DOMINASI para petenis unggulan masih belum tergoyahkan pada hari kelima gelaran Australia Terbuka 2026. Bintang Serbia, Novak Djokovic, melangkah mantap ke babak ketiga.
LANGKAH unggulan kedua, Iga Swiatek, belum terbendung di ajang Australia Terbuka 2026. Petenis asal Polandia tersebut menunjukkan kelasnya dengan menumbangkan wakil Ceko, Marie Bouzkova.
Janice Tjen dipastikan angkat koper dari Australia Terbuka setelah mengakui keunggulan mantan petenis nomor satu dunia asal Rep Ceko, Karolina Pliskova.
Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat merupakan ganda campuran tersukses Indonesia dalam satu dekade terakhir dengan koleksi hattrick medali emas SEA serta medali emas Asian Games 2018.
LANGKAH Emma Raducanu di turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2026 harus terhenti lebih awal. Petenis Britania Raya tersebut dipaksa mengakui keunggulan Anastasia Potapova.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved