Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bottas Bertekad Pertahankan Pimpinan Klasemen di GP Tiongkok

Antara
11/4/2019 21:29
Bottas Bertekad Pertahankan Pimpinan Klasemen di GP Tiongkok
Pembalap tim Mercedes F1 Valtteri Bottas(AFP/Wang Zhao)

PEMBALAP tim Mercedes-AMG F1 Valtteri Bottas mengaku ingin memperlebar jarak perolehan poinnya di puncak klasemen dari pembalap lain dengan menargetkan hasil positif di balapan GP Tiongkok akhir pekan
nanti.

Pembalap 29 tahun asal Finlandia itu setelah menjalani dua balapan, sementara memimpin di puncak klasemen pembalap dengan 44 poin, terpaut satu angka dari rekan satu timnya, Lewis Hamilton yang menguntit diperingkat dua.

Menjadi pemuncak klasemen mempengaruhi pola pikir Bottas menjelang seri ketiga balapan Formula 1

"Tentu itu menjadi faktor. Jika kalian lihat di atas kertas aku memimpin dan aku ingin mempertahankan posisi itu dan membuat jarak lebih lebar," kata Bottas dalam sesi jumpa pers di Sirkuit Internasional Shanghai, Tiongkok.

"Targetnya adalah mempertahankan pimpinan, tapi mencapai hal itu adalah dengan fokus di tugas," imbuhnya.

Di GP Australia, Bottas unggul dari Hamilton dan mempersembahkan finis 1-2 untuk Mercedes, sementara di Bahrain posisinya terbalik, giliran Hamilton yang juara setelah diuntungkan masalah reliabilitas mesin yang menimpa pembalap Ferrari Charles Leclerc, yang hampir meraih podium juara pertamanya.

Baca juga : Leclerc Harap Mobilnya Bagus Sampai Akhir Balapan

Bottas, yang gagal meraih satu pun podium tertinggi tahun lalu, unggul satu poin dari Hamilton setelah mencetak waktu putaran tercepat di balapan, aturan baru perolehan poin di musim ini.

"Di Bahrain tentu ada hal-hal yang bisa aku lakukan dengan lebih baik," kata Bottas.

Bukan balapan yang sempurna tentunya, sangat berbeda dari Melbourne, tapi itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena semua dimaklumi," tukasnya.

Di balapan GP Tiongkok tahun lalu, Bottas bisa saja menjadi juara jika saja tidak dirugikan oleh keluarnya Safety Car di waktu yang kurang menguntungkan baginya sehingga Daniel Ricciardo, kala itu membalap untuk Red Bull, merampas trofi juara memanfaatkan ban yang lebih baru untuk melesat di trek sepanjang 5,451 km itu.

"Ini adalah musim yang berbeda, kompetisi antar tim sekarang berbeda dari tahun lalu. Jadi siapa bisa mengira apa yang bakal terjadi," tandasnya. (Ant/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya