Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Yamaha, Maverick Vinales, memang sukses merebut posisi start terdepan pada sesi kualifikasi Moto-GP Qatar, Sabtu (9/3). Meski begitu, bukan berarti motor Yamaha tidak punya masalah.
Hal itu diungkapkan pembalap Yamaha lainnya, Valentino Rossi. Menurut pembalap asal Italia itu, ia belum bisa memecahkan masalah pada ban depannya. Dia menyebut daya cengkeram ban menurun setelah lima putaran.
Itu sebabnya dia memprediksi balapan berlangsung ketat. "Saya menghadapi masalah yang sama. Jadi, kami dalam masalah," cetus the Doctor.
"Saya merasa tidak nyaman dengan ban depan dan kami membuat bannya rusak juga. Jadi, ini akan sulit. Ini akan jadi balapan yang sulit."
Rossi mengawali start dari posisi 14 pada balapan di Sirkuit Losail, kemarin WIB. Dia hanya mampu mencatatkan waktu terbaik satu menit 54,537 detik di sesi kualifikasi atau nyaris satu detik dari Vinales yang membukukan waktu terbaik satu menit 53,546 detik.
Senada dengan Rossi, pembalap Repsol Honda Jorge Lorenzo juga tidak terlalu optimistis dalam menyambut seri pembuka Moto-GP musim ini. Lorenzo mengaku badannya sakit karena ada cedera baru dan cedera lama yang kambuh.
"Ini jadi balapan penuh perjuangan untuk semua pebalap. Apalagi, saya minim pengalaman dengan motor ini dan ditambah kondisi saya. Sekarang tidak cuma pergelangan tangan yang sakit, tapi juga punggung bermasalah."
Mantan pembalap Ducati itu memang tidak punya persiapan matang dengan Honda. Operasi di pergelangan tangan membuatnya harus absen pada sesi tes pramusim Sepang. Dia baru menjajal motor barunya di Qatar akhir bulan lalu. (Autosport/Mln/R-1)
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved