Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM paceklik Yamaha akhirnya berakhir setelah Maverick Vinales menjuarai balapan MotoGP Australia 2018 pada Minggu (28/10). Berlomba di Sirkuit Phillip Island, pembalap asal Spanyol tersebut berhasil finis tercepat dalam waktu 40 menit 51,081 detik.
Vinales mengungguli pembalap Suzuki, Andrea Iannone, yang finis kedua dengan selisih 1,543 detik dan Andrea Dovizioso dari Ducati yang menyelesaikan balapan di posisi tiga dengan selisih 1,832 detik.
Ini merupakan kemenangan perdana Yamaha dalam kompetisi balap motor bergengsi di dunia tersebut musim ini. Yamaha akhirnya kembali merebut podium setelah puasa kemenangan dalam 25 balapan terakhir dalam waktu 1 tahun 4 bulan, setelah terkahir kali meraihnya pada MotoGP Belanda 2017 lalu.
"Rasanya luar biasa, saya tidak berpikri saya bisa menang, tetapi motor saya memang sempurna. Ini sangat berarti bagi saya, terutama di Australia, karena ini adalah sebuah tempat yang saya cintai," ujar Vinales usai balapan.
Pada balapan kali ini, juara dunia MotoGP, Marc Marquez mengawali start di posisi terdepan. Di beberapa lap pertama, Marquez masih memimpin di posisi terdepan, sementara Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone sudah saling berebut posisi dua dan tiga.
Sayangnya, harapan Marquez untuk mempertahankan gelar di Sirkuit Phillip Island kandas setelah insiden yang membuatnya harus mengakhiri balapan. Marquez yang melaju dengan kecepatan tinggi terseruduk motor Johann Zarco (Yamaha) yang sempat terjatuh pada lap sembilan.
Zarco langsung terjatuh dan gagal melanjutkan balapan, sementara Baby Alien -julukan Marquez- yang awalnya melanjutkan balapan akhirnya memutuskan mengakhirinya setelah kehilangan kecepatan akibat insiden tersebut.
Menurut Marquez, insiden tersebut bisa terjadi karena di trek pembalap biasa melakukan slipstream untuk mendapat kecepatan. Sayangnya, Zarco gagal melakukannya saat Marquez mulai melakukan pengereman sehingga menyebabkan balapan.
"Saya merasa sangat beruntung hari ini karena saya dan dia baik-baik saja, sehingga ini adalah hal terpenting. Ketika saya di motor, saya tidak mengerti apa yang terjadi dan sejujurnya saya merasa marah karena saya merasa sesuatu menyentuh motor saya," ujar Marquez.
"Saya tidak dapat melanjutkan balapan karena seat saya benar-benar rusak dan banyak bergeser, rasanya mustahil bisa membalap dengan cara yang bagus dan bila itu benar-benar rusak total akan sangat bahaya. Lalu ketika saya sampai ke paddock dan melihat tayangan ulangnya, aku paham, dan itu adalah murni kecelakaan," pungkasnya. (Crash/OL-1)
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Augusto Fernandez tidak sabar untuk bisa kembali menjajal prototipe bertenaga V4 yang kini tengah dikembangkan oleh Yamaha tersebut.
Rins untuk pertama kalinya kembali menjajal mesin V4 sejak meninggalkan Honda pada 2023.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved