Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP kawakan Italia, Valentino Rossi mengaku sudah mencoba mesin Moto-GP Yamaha versi 2019 dalam sebuah uji coba dan ia sama sekali tidak terkesan. Menurut juara dunia Moto-GP tujuh kali itu, tidak banyak perbedaan mesin motor baru tersebut dengan saat ini.
"Saya sudah mencoba edisi pertama dari mesin 2019. Tetapi saya pikir dan saya itu bukan uji yang terakhir.
Sebab itu seperti modifi kasi kecil, jadi masih sangat mirip," cetus the Doctor. Rossi yang fi nis di posisi ke delapan pada Moto-GP Aragon menyebut Yamaha sudah cukup tertinggal dari para pesaing.
Itu sebabnya mereka harus bekerja keras untuk mengurangi jurang tersebut. "Saya berharap mereka melanjutkan pekerjaannya, karena mesin itu buat kami masih bermasalah. Mereka harus membuat itu lebih baik," kata Rossi lagi.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved