Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Hajatan Pernikahan di Purwakarta Berujung Duka, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman Gara-Gara Uang Keamanan

Reza Sunarya
05/4/2026 20:33
Hajatan Pernikahan di Purwakarta Berujung Duka, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman Gara-Gara Uang Keamanan
Hajatan Pernikahan di Purwakarta Berujung Duka, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman Gara-Gara Uang Keamanan(Tangkapan layar/Ist)

SUASANA bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah menjadi tragedi berdarah pada Sabtu (4/4). Dadang, 58, sang pemangku hajat, meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria yang diduga preman setempat.

Kronologi Kejadian: Berawal dari "Uang Keamanan"

Peristiwa memilukan ini bermula saat Dadang tengah merayakan hari bahagia anak perempuannya. Di tengah keriuhan pesta, tiba-tiba datang sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 10 orang. Para pelaku diduga dalam kondisi mabuk dan mendatangi korban untuk meminta sejumlah uang.

Awalnya, korban sempat memberikan uang sebesar Rp100.000 kepada kelompok tersebut. Namun, tak berselang lama, pelaku lainnya datang kembali dan menuntut uang tambahan yang jauh lebih besar, yakni Rp500.000. Karena merasa diperas, Dadang dengan tegas menolak permintaan tersebut.

"Mereka minta uang, malak. Mereka minta dua kali, pertama dikasih, kedua minta Rp500 RIbu engga dikasih, terus kejadian (penganiayaan)," kata Wahyu, adik korban, dikutip dari Metro TV. 

Dianiaya Menggunakan Bambu

Penolakan korban berujung maut. Merasa tidak puas, tiga orang dari kelompok tersebut membuntuti korban. Tanpa ampun, mereka menyerang Dadang menggunakan potongan bambu.

Meski sempat berusaha dilarikan untuk mendapatkan pertolongan, nyawa Dadang tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya.

Polisi Buru Pelaku

Guna kepentingan penyelidikan, jenazah korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani otopsi. Pihak kepolisian pun bergerak cepat menangani kasus pemerasan yang berujung nyawa melayang ini.

Kasie Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif pasti dan menangkap seluruh pelaku. Ia menyatakan identitas pelaku sudah teridentifikasi dan dalam pengejaran petugas.

(MetroTV/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik