Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Sulteng Pertimbangkan Wajib Belajar 13 Tahun, Lanjutkan Warisan Guru Tua

M Taufan SP Bustan
01/4/2026 19:10
Sulteng Pertimbangkan Wajib Belajar 13 Tahun, Lanjutkan Warisan Guru Tua
GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid.(Dok. MI/M Taufan SP Bustan)

GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan memperjuangkan program wajib belajar 13 tahun, sebagai kelanjutan dari durasi belajar saat ini yang baru 12 tahun.

Ajakan ini disampaikan Gubernur saat memperingati haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) di Kota Palu, Rabu (1/4).

Menurut Anwar, gagasan ini merupakan 'titipan' Guru Tua, yang menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. “Kita memiliki satu titipan Guru Tua. Ini menjadi PR bagi kita semua. Mari kita koreksi kembali landasan hukum pendidikan kita,” ujar Anwar.

Gubernur menilai, program wajib belajar 12 tahun saat ini belum mengakomodasi pendidikan keagamaan secara menyeluruh. Ia mencontohkan Madrasah Diniyah Awalia, yang telah berkembang lama di lingkungan Alkhairaat.

Anwar mengaitkan gagasan ini dengan visi Indonesia Emas 2045, menekankan bahwa Guru Tua telah merintis konsep pendidikan sebagai fondasi peradaban jauh sebelum pemerintah menargetkan visi tersebut.

“Pemerintah menargetkan Indonesia Emas 2045. Namun Guru Tua telah menyusun arah itu sejak puluhan tahun lalu, menempatkan pendidikan sebagai jalan menuju peradaban maju,” ungkapnya.

Gubernur menekankan bahwa warisan Guru Tua bukan berupa materi, melainkan nilai dan sistem pendidikan sebagai kunci perubahan.

“Tidak ada jalan lain untuk mengubah nasib selain pendidikan. Itulah warisan utama Guru Tua,” kata Anwar.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini tengah mengkaji penerapan wajib belajar 13 tahun dan mempertimbangkan dukungan anggaran bagi Madrasah Diniyah Awalia.

Gubernur mengajak masyarakat, khususnya keluarga besar Alkhairaat, untuk menindaklanjuti perjuangan Guru Tua. Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Guru Tua tidak cukup hanya melalui simbol, seperti menghadiri haul atau memasang foto.

“Jangan hanya hadir di haul atau memasang foto. Tunjukkan cinta dengan melanjutkan perjuangan beliau,” pungkasnya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya