Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan menghentikan operasional penerbangan dan kebandarudaraan selama 24 jam berkaitan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kamis (19/3).
Penutupan operasional tersebut merupakan bagian dari komitmen bandara dalam mendukung dan menghormati pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi di Pulau Bali.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan, penutupan total Bandara Ngurah Rai Bali sudah sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A0096 yang diterbitkan oleh Perum LPPNPI/AirNav Indonesia.
"Seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara akan dihentikan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 Wita hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita. Selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai," ujarnya Rabu (12/3).
Menurut Nugroho Jati, penghentian operasional ini telah dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan, termasuk di dalamnya adalah maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kelancaran operasional sebelum dan sesudah periode Nyepi. Penyesuaian jadwal penerbangan juga telah diinformasikan oleh tiap maskapai kepada para penumpang.
“Penghentian sementara operasional bandara selama Nyepi telah rutin dilaksanakan setiap tahunnya, sehingga ummat Hindu di Pulau Bali dapat melaksanakan rangkaian Catur Brata Penyepian dengan khidmat. Kami telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal sebelum dan setelah periode penghentian operasional,” lanjut Nugroho Jati.
Meskipun operasional penerbangan dihentikan, sejumlah personel bandara tetap bersiaga untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang bersifat darurat, seperti penerbangan medis (medical evacuation) atau penerbangan yang bersifat khusus apabila diperlukan dan telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, dengan rincian 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional. Selama periode penghentian operasional penerbangan tersebut, direncanakan terdapat 19 pesawat yang akan melakukan remain over night (RON) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Sesuai jadwal, penerbangan keberangkatan terakhir sebelum penghentian operasional adalah pada Rabu (18/3) pukul 23.10 Wita untuk rute domestik, dan Kamis (19/3) pukul 01.30 Wita untuk rute internasional. Untuk penerbangan kedatangan terakhir adalah pada pukul Rabu (18/3) pukul 23.05 Wita untuk rute domestik, dan pada Kamis (19/3) pukul 00.30 Wita untuk rute internasional.
Sedangkan untuk penerbangan keberangkatan pertama setelah pembukaan kembali operasional dijadwalkan pada Jumat (20/3) pukul 07.00 Wita untuk rute domestik dan pukul 08.15 Wita untuk rute internasional. Sementara itu, untuk penerbangan kedatangan pertama adalah pada pukul 08.20 Wita untuk rute domestik, dan pada pukul 07.05 Wita untuk rute internasional.
“Kami mengimbau kepada para calon penumpang yang memiliki rencana perjalanan di sekitar tanggal tersebut untuk berkoordinasi dengan maskapai penerbangan terkait jadwal penerbangan, serta datang ke bandara sesuai waktu keberangkatan yang telah diinformasikan. Kami berharap pelaksanaan rangkaian ibadah Nyepi di tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, serta membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan semangat baru bagi kita semua dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis,” pungkas Nugroho Jati. (Arnoldus Dhae/OL)
Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan mampu melandaikan puncak arus mudik yang diprediksi terjadi beberapa hari menjelang Lebaran.
PT ASDP Indonesia Ferry menghentikan sementara penyeberangan Jawa–Bali dan Bali–Lombok saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu di Bali.
Kegiatan yang diikuti ribuan pecalang se-Bali itu digelar untuk meningkatkan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban saat Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.
Kondisi ini menjadi krusial karena operasional Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk akan ditutup total pada 18 Maret untuk menghormati ritual keagamaan di Bali.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyiapkan 6.859 Posko Masjid Ramah Pemudik untuk arus mudik 2026 serta memastikan perayaan Nyepi dan Idulfitri di Bali berlangsung tertib dan penuh toleransi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved