Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Jelang Lebaran dan Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan 265 Penerbangan Tambahan

Arnoldus Dhae
11/3/2026 14:44
Jelang Lebaran dan Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan 265 Penerbangan Tambahan
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.(MI/Arnoldus Dhae)

BANDARA I Gusti Ngurah Rai Bali memastikan kesiapan operasional menjelang Hari Raya Nyepi dan periode libur Lebaran 1447 H dengan menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Di antaranya tambahan penerbangan hingga penyediaan armada transportasi bagi penumpang. 

Manajemen bandara menegaskan bahwa pengaturan penerbangan dan transportasi dilakukan secara matang agar tidak ada penumpang yang terdampar di bandara selama masa persiapan Nyepi dan Lebaran.

Pesawat yang melakukan pendaratan terakhir dijadwalkan tiba sebelum bandara ditutup total saat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026, pukul 06.00 Wita. Setelah itu, aktivitas penerbangan di bandara akan dihentikan sementara sesuai dengan ketentuan perayaan Nyepi di Bali sebagaimana mestinya. 

Untuk mendukung mobilitas penumpang sebelum dan sesudah penutupan bandara, pihak pengelola memastikan ketersediaan transportasi darat tetap aman dan mencukupi. 

“Selama masa persiapan Nyepi, kami memastikan transportasi tetap tersedia bagi pengguna jasa. Jangan sampai ada penumpang yang terdampar di bandara karena tidak mendapatkan transportasi,” jelas General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, Rabu (11/3). 

Sebagai bentuk kesiapan layanan transportasi, sekitar 800 armada transportasi disiapkan untuk melayani penumpang selama periode operasional sebelum dan sesudah Nyepi.

65 Ribu Penumpang per Hari

Data terakhir menunjukkan, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat rata-rata trafik penumpang mencapai sekitar 65.000 penumpang per hari. Namun berbeda dengan bandara lain yang beroperasi sepanjang tahun, Bandara I Gustu Ngurah Rai memiliki satu hari dalam setahun tanpa aktivitas penerbangan saat Nyepi. 

"Kalau di tempat lain ada 365 hari operasional dalam setahun, di Bali hanya 364 hari karena satu hari bandara berhenti total saat Nyepi,” ungkapnya.

Sementara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat Lebaran atau selama periode libur bersama, manajemen sudah menerima laporan penambahan ekstra flight. Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode libur. Banyak maskapai menyiapkan tambahan penerbangan. 

Tercatat terdapat sekitar 265 extra flight yang diajukan maskapai untuk melayani sejumlah rute domestik utama, di antaranya Jakarta (Cengkareng), Surabaya, Labuan Bajo, Balikpapan.

Rute Tersibuk

Tambahan penerbangan tersebut dilayani oleh beberapa maskapai seperti Lion Group, Pelita Air, Indonesia AirAsia, dan maskapai lainnya. Berdasarkan tren penerbangan nasional, rute Jakarta (Cengkareng)-Denpasar masih menjadi salah satu jalur penerbangan tersibuk di Indonesia.

Selain rute domestik, penerbangan internasional dari Singapura dan Australia juga masih menjadi pasar utama wisatawan yang datang ke Bali.
Lonjakan trafik penumpang diperkirakan terjadi pada 13 hingga 27 Maret, yang bertepatan dengan dua momentum besar, yaitu: Hari Raya Nyepi, libur Lebaran, dan libur sekolah. Momentum tersebut dinilai menjadi faktor pendorong meningkatnya pergerakan wisatawan ke Bali.

Secara keseluruhan, trafik penerbangan diprediksi mengalami pertumbuhan sekitar 1% untuk penerbangan domestik dan 3% untuk penerbangan internasional. Peningkatan ini menunjukkan tren positif pariwisata Bali yang masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. (OL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya