Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mulai memperketat pengawasan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan akibat jadwal arus mudik yang berbarengan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan lebih awal guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di gerbang penghubung Jawa dan Bali tersebut.
"Kami sudah siapkan persiapan arus mudik ini sejak awal, khususnya di wilayah Ketapang banyuwangi, saat itu bersamaan dengan Nyepi. Ini butuh kosentrasi tersendiri," kata Nyono di Surabaya, Selasa (3/3).
Mitigasi Penutupan Pelabuhan
Berdasarkan ketetapan Kementerian Perhubungan, masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 16–17 hari, yakni mulai 17 hingga 31 Maret. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret, tepat sebelum Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret.
Kondisi ini menjadi krusial karena operasional Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk akan ditutup total pada 18 Maret untuk menghormati ritual keagamaan di Bali.
“Tahun ini ada momentum Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan, sehingga perlu antisipasi khusus, terutama terkait penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pada 18 Maret karena 19 Maret merupakan Hari Nyepi,” ujar Nyono.
Penyiapan Kantong Parkir
Guna menghindari kemacetan panjang di akses menuju pelabuhan, Dishub Jatim telah memetakan sejumlah titik penyangga kendaraan atau kantong parkir di sekitar kawasan Banyuwangi.
“Karena ada penutupan tersebut, kami sudah memetakan seluruh kantong parkir di sekitar Ketapang, Banyuwangi, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan,” tuturnya.
Pihaknya berharap skema mitigasi ini dapat menjaga kelancaran lalu lintas di simpul transportasi laut tersebut hingga operasional kembali normal pasca-Nyepi. “Harapannya, tidak terjadi kemacetan atau gangguan berarti saat penutupan pelabuhan berlangsung,” pungkas Nyono. (FL/P-2)
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut pengelolaan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk telah kembali stabil dan terkendali. Hal itu menyusul keberhasilan penguraian antrean.
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memantau situasi di Jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.
Kepadatan terjadi menjelang penutupan sementara aktivitas penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA
Prof. I Nengah Duija mengajak umat untuk memaknai Tawur Agung secara kontekstual dalam menghadapi tantangan zaman modern, terutama terkait isu lingkungan dan sosial.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menyebut berbagai langkah strategis telah diterapkan secara kolaboratif untuk menangani kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Yayasan Ruang Damai sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Spirit Nyepi dan Idulfitri untuk Perdamaian Global” pada Senin (16/3).
PT ASDP Indonesia Ferry melipatgandakan kapal feri di penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, Banyuwangi, menyusul antrian panjang pemudik yang hendak ke Banyuwangi.
Kemenhub menerapkan delaying system dan menetapkan buffer zone di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ia menekankan perlunya audit menyeluruh terhadap aspek pemeliharaan (maintenance) kapal penyeberangan.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas antrean kendaraan logistik yang sempat mengular hingga lebih dari 30 kilometer di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengirim surat ke Kementerian Perhubungan terkait kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved