Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 10 rumah warga di Kampung Cijambe RT 05/07, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak awal pekan ini.
Manager Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bencana pergeseran tanah terjadi secara bertahap sejak Senin (22/2) hingga Rabu (25/2).
"Hasil asesmen di lapangan, ada sekitar 10 rumah warga yang kondisinya rusak terdampak pergerakan tanah. Kejadiannya sejak Senin (22/2) hingga Rabu (25/2)," kata Daeng, Kamis (26/2).
Sebanyak 10 kepala keluarga atau 37 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian dinding dan lantai rumah yang mengalami keretakan.
"Kami terus pantau sejak hari pertama terjadi pergerakan tanah. Kondisi retakan pada dinding dan lantai terus bertambah luas," ujarnya.
Menurut Daeng, pergerakan tanah dipicu curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Selain pergerakan tanah di Bantargadung, potensi bencana hidrometeorologi juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Sukabumi. Di Kecamatan Nagrak, pohon tumbang menimpa rumah warga saat angin kencang pada Rabu (25/2). Sementara di Kecamatan Waluran, hujan deras disertai angin menyebabkan satu rumah rusak akibat terbawa angin.
"Kami imbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi karena hujan masih berpotensi terjadi," pungkasnya. (BB/I-1)
Nilai kerugian akibat berbagai bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ditaksir mencapai Rp1,3 miliar. Besaran kerugian itu berasal dari 125 kejadian bencana kurun lima bulan terakhir.
BNPB mengatakan bahwa jumlah rumah rusak tercatat ratusan unit dengan skala kerusakan sedang hingga berat.
PWI Peduli Kota Sukabumi sudah menyalurkan dua kali bantuan ke beberapa titik.
Selama masa transisi, Pemkab Sukabumi masih memiliki tugas melakukan asesmen bangunan rumah terdampak bencana.
Kemendes-PDT berjanji segera mematangkan persiapan pembangunan hunian di wilayah itu sehingga ke depan masyarakat berkehidupan lebih aman dan nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved