Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 30 Orang Positif

Kristiadi
25/2/2026 14:47
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Capai 30 Orang Positif
Seluruh pasien positif DBD yang tercatat hingga Februari 2026 dilaporkan telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan setempat.(MI/Kristiadi)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 30 orang positif. Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 75 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan tren kasus DBD pada awal 2026 menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, potensi penyebaran masih tetap ada, terutama saat musim hujan.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di daerah Kota Tasikmalaya sudah mulai bergerak melakukan berbagai langkah guna menekan munculnya jentik nyamuk. Karena, langkah yang dilakukan warga harus terus melakukan kegiatan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, menguras bak air, menutup dan mengubur (3M)," katanya, Rabu (25/2/2026).

Musim Hujan Picu Perkembangan Nyamuk Aedes aegypti

Menurut Asep, intensitas hujan yang tinggi pada awal tahun berpotensi meningkatkan perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, keterlibatan petugas kesehatan, puskesmas, serta unsur RT, RW, PKK, kelurahan, dan kecamatan sangat diperlukan untuk menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

"Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya masih melakukan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD dapat ditekan dan jangan sampai ada korban jiwa. Karena, di awal bulan Januari dan Februari dipengaruhi intensitas hujan tinggi kemungkinan jentik nyamuk tumbuh dewasa dan 30 pasien positif semuanya ditangani di puskesmas," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terjadi penurunan kasus berdasarkan laporan puskesmas dan rumah sakit, upaya pencegahan tetap diperkuat melalui gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Dinas kesehatan tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat harus peduli pada lingkungan guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa. Kami mengimbau agar setiap sekolah, kantor, pesantren bisa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ditemukan jentik nyamuk tumbuh dewasa," pungkasnya. (AD/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya