Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Jelang Imlek, Perajin Barongsai & Liong di Sidoarjo Sibuk Garap Pesanan, Ada dari Luar Pulau

Heru Susetyo
09/2/2026 14:19
Jelang Imlek, Perajin Barongsai & Liong di Sidoarjo Sibuk Garap Pesanan, Ada dari Luar Pulau
Ilustrasi(MI/HERY SUSETYO)

MENJELANG perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 mendatang, perajin barongsai dan liong di Kabupaten Sidoarjo sibuk menggarap pesanan. Pesanan tidak hanya dari wilayah Jawa Timur, namun juga dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur. 

Salah satu perajin barongsai dan liong yang bertahan hingga saat ini adalah Julius Setiawan. Dia terlihat sibuk menyelesaikan pesanan, di sebuah perumahan Desa Karangtanjung Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Menjelang perayaan Imlek tahun 2026 ini, pesanan akan kesenian tradisional Tionghoa tersebut meningkat tajam. 

"Ada peningkatan dibandingkan tahun lalu," kata Julius, Senin (9/2). 

Julius mengaku mendapatkan pesanan enam barongsai dan tiga liong atau naga, dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur. Semua pesanan tersebut dia kerjakan sendiri di rumah. 

Peningkatan pesanan itu tidak terlepas dari munculnya komunitas barongsai baru. Sehingga komunitas tersebut membutuhkan peralatan barongsai dan liong yang berkualitas. 

"Ada satu pesanan dari Nusa Tenggara Timur," kata Julius. 

Pembuatan satu barongsai memerlukan waktu sekitar sebulan, mulai dari pembuatan rangka, pelapisan kain, pemasangan bulu, hingga pengecatan detail wajah. Sementara untuk liong berukuran panjang, memakan waktu lebih lama hingga dua bulan, karena konstruksinya lebih kompleks. 

Pembuatan barongsai dan liong ini, ternyata ada aksesoris yang masih membutuhkan bahan baku langsung dari Tiongkok. Seperti aksesoris mata, jenggot, dan bola hidung, karena sulit ditemukan di dalam negeri.

"Memang harus impor karena tidak ada di dalam negeri, misalnya kita bikin mengakali, hasilnya terlihat tidak alami," kata Julius. 

?Sementara untuk harga, Julius mematok kisaran Rp4 juta hingga Rp6juta per unit, tergantung ketebalan bulu dan tingkat kerumitan desain. Semakin tebal dan padat bulunya, akan semakin tinggi biaya produksi.

?Memasuki Tahun Kuda Api ini, Julius berharap usahanya terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat. Dia juga berharap pesanan makin banyak, rezeki lancar, dan semua pihak diberi kesehatan, agar tradisi budaya ini tetap lestari. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya