Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tradisi Nyadran Jelang Ramadan, Nelayan Sidoarjo Larung Tumpeng dan Sesaji

Heri Susetyo
08/2/2026 15:48
Tradisi Nyadran Jelang Ramadan, Nelayan Sidoarjo Larung Tumpeng dan Sesaji
Tradisi Nyadran di Sidoarjo(MI/Hery Susetyo)

WARGA Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, dan sekitarnya, menggelar tradisi nyadran menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Minggu (8/2). Ini adalah tradisi turun-temurun yang dilakukan para nelayan, sebagai wujud syukur atas hasil laut sekaligus doa memohon keselamatan saat melaut. 

Tradisi nyadran ini diawali dengan mengarak gunungan berisi aneka hasil bumi. Gunungan yang diarak ini akan menjadi rebutan warga, dan diyakini akan membawa berkah. Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi dan laut. Warga baik pria maupun kaum ibu, turut membawa tumpeng untuk dibawa ke makam Dewi Sekardadu yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri. Tak hanya itu, belasan perahu dilengkapi sound system 'horeg' turut mengawal di belakangnya sehingga membuat arak-arakan semakin meriah.

Makam Dewi Sekardadu berada di Dusun Kepetingan Desa Sawohan Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Perjalanan ke sana dengan perahu ditempuh lebih dari satu jam.

"Ini wujud syukur kepada Tuhan atas berkah yang kami dapatkan," kata ketua panitia nyadran M Yatim. 

Asisten II Pemkab Sidoarjo, Bahrul Amiq hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam melestarikan tradisi nyadran ini. Amiq berharap kegiatan nyadran bisa berjalan lancar dan membawa keberkahan.

“Kegiatan hari ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat keselamatan dan rezeki yang telah diberikan. Banyak nilai yang bisa kita petik, terutama kebersamaan dan gotong royong yang harus terus kita jaga,” kata Amiq. 

Sementara itu tokoh masyarakat Zahlul Yuzar menambahkan, nyadran bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi bagian dari upaya melestarikan warisan leluhur masyarakat pesisir. 

“Ini tradisi turun-temurun. Lewat nyadran, para nelayan berdoa agar diberi keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah. Selain itu, ini juga mempererat kebersamaan warga,” kata Zahlul. 

Setelah melakukan doa bersama di Makam Dewi Sekardadu, warga melanjutkan arak-arakan ke muara dekat Selat Madura. Di sana mereka melarung sesajian yang sudah dibawa. Biasanya mereka juga makan bersama di sana. 

Tradisi Nyadran Dewi Sekardadu ini menjadi momen yang dinanti masyarakat pesisir Sidoarjo setiap menjelang Ramadhan. Nyadran merupakan perpaduan nilai budaya Jawa, religi, dan semangat gotong royong tampak kuat dalam setiap rangkaian kegiatan menjelang Ramadan tersebut. (HS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya