Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gibran Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Warga Segera Direlokasi 

Supardji Rasban
06/2/2026 19:47
Gibran Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Warga Segera Direlokasi 
Caption: Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Jawa tengah, Ahmad Luthfi, meninjau rumah warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (06/02/2026).(Supardji Rasban/MI)

WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, meninjau lokasi pengungsian dan kawasan terdampak bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jumat (6/2). Tanah bergerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Gibran meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal segera melakukan relokasi warga karena lokasi lama dinilai tidak lagi aman.

Gibran mengunjungi sejumlah titik pengungsian, di antaranya Posko Pengungsi Al Azhar 2 serta rumah warga Bapak Kamal yang menampung sebagian korban terdampak. Gubran melihat langsung kondisi tanah bergerak yang menyebabkan retakan tanah, kerusakan jalan, hingga rumah warga yang ambruk.

Dalam kunjungannya yang didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi,, Gibran juga melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Al Barkah. Kehadiran Wapres disambut warga yang berharap adanya percepatan penanganan dan solusi jangka panjang dari pemerintah.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menjelaskan bahwa pemda akan mengutamakan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi tanah bergerak di Tegal.

“Keselamatan adalah yang utama, kemudian kebutuhan dasar seperti makanan, air, kesehatan, termasuk pendidikan. Presiden menegaskan pendidikan harus tetap berjalan meski dalam kondisi darurat,” ujar Ischak.

Ischak menegaskan bahwa masyarakat terdampak tanah bergerak di Tegal telah menyatakan bersedia direlokasi setelah melihat kondisi wilayah yang semakin membahayakan.

“Kami menyampaikan kepada Wapres bahwa masyarakat sudah bersedia direlokasi karena lokasi lama sudah tidak aman. Kalau kembali ke sana, itu sangat membahayakan keselamatan,” tegas Ischak.

Ischak mengaku pihaknya mengajukan izin penggunaan lahan Perhutani seluas 5 hektare di wilayah Desa Capar atau Debak Wangi untuk pembangunan hunian sementara bagi korban tanah bergerak di Tegal.

“Jumlah rumah terdampak mencapai 464 unit, dengan total pengungsi sekitar 2.426 orang. Karena desa tidak memiliki lahan yang cukup, kami mengajukan peminjaman lahan Perhutani untuk segera membangun hunian sementara,” jelas Ischak.

Adapun Tim Ketua Satgas Bencana akan segera menggelar rapat lintas sektor untuk menentukan titik relokasi yang aman dan layak huni. Saat ini, terdapat empat titik pengungsian terpusat korban tanah bergerak di Tegal serta  ada pengungsi yang ditampung di rumah-rumah warga. 

Menurut Bupati Tegal, wapres meminta agar proses relokasi  korban tanah bergerak di Tegal segera direalisasikan menjelang Ramadan. (H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya