Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus meluas hingga mencakup delapan kecamatan. Kondisi diperparah dengan meluapnya Sungai Cipunagara serta adanya kebocoran tanggul di sejumlah titik, Jumat (30/1).
Banyak rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian rata-rata mencapai satu meter. Situasi tersebut memaksa ribuan warga berbondong-bondong mengevakuasi diri menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.
Tanggul Jebol
Di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, luapan Sungai Cipunagara menjadi pemicu utama meningkatnya debit air secara drastis. Sungai tersebut tidak lagi mampu menampung kiriman air hujan dari kawasan hulu.
Bahkan, derasnya arus menyebabkan tanggul sungai jebol di beberapa titik. Insiden ini memicu kepanikan warga, sehingga banyak dari mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda.
Ketua RW 09 Dusun Kedung Gede, Uci Sanusi, mengungkapkan bahwa jebolnya tanggul terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Ia menilai struktur tanggul yang berada di atas gorong-gorong tidak cukup kuat menahan tekanan air yang ekstrem.
"Fondasinya enggak kuat. Airnya terlalu deras. Begitu jebol, air langsung masuk ke pemukiman," kata Uci.
Uci menambahkan, meski kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir, namun ketinggian air kali ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di titik tertentu, genangan air bahkan dilaporkan mencapai ketinggian dua meter.
Saat ini, program tanggap darurat dari pemerintah daerah setempat mulai difokuskan pada upaya penyelamatan korban yang masih terjebak serta penyaluran bantuan logistik bagi para pengungsi di titik-titik evakuasi. (RZ/P-2)
Di lokasi tambang ilegal di Kabupaten Subang terlihat adanya kerusakan alam dibiarkan dan ruang hidup warga terancam. Sementara alat berat beroperasi seolah tanpa rasa takut,
SEBANYAK 96 ton kopi robusta hasil produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi diekspor ke Aljazair.
PENGEMBANGAN desa dan kampung wisata terus dipacu di Jawa Barat.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri
Korban yang berusia 17 tahun, tenggelam pada Sabtu (23/11) sekitar pukul. 10.30 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved