Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat 25 kejadian pohon tumbang dampak cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah ini pada Kamis siang.
"Saat ini proses penanganan dan pendataan masih dilakukan, sehingga data ini bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol dikonfirmasi di Bantul, Kamis.
Berdasarkan data kejadian pohon tumbang yang masuk Pusat Pengendalian Operator (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul hingga pukul 13.45 WIB, tercatat 25 lokasi kejadian pohon tumbang di wilayah itu.
Dia menyebut kejadian pohon tumbang tersebut tersebar di tujuh kecamatan, dengan lokasi terbanyak di Kecamatan Banguntapan, yakni 16 tempat.
"Kemudian tiga titik pohon tumbang di wilayah Kecamatan Kasihan, dua titik pohon di Kretek, satu titik di Kasihan, satu titik di Sanden, satu titik di Bantul, dan satu titik di Pleret," katanya.
Menurut dia, pohon tumbang tersebut berdampak pada sejumlah objek yang mengalami kerusakan karena tertimpa pohon, seperti akses jalan, rumah warga empat titik, mobil satu unit, motor empat unit.
Kemudian ada sebuah warung atau tempat usaha juga terdampak, jaringan listrik, dan fasilitas umum yang berada di kompleks Masjid Mataram Banguntapan," katanya.
Antoni mengatakan atas kejadian itu, upaya penanganan dilakukan dengan mengevakuasi pohon tumbang dan mengondisikan lokasi dengan melibatkan TNI/Polri, Tagana Bantul, forum pengurangan risiko bencana (FPRB) kelurahan dan relawan serta komunitas.
"Kami imbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar maupun pengendara terutama apabila hujan deras dan angin untuk menjauhi pohon yang tinggi dan rimbun maupun baliho," katanya. (Ant/Z-4)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
BPBD Kabupaten Bantul melaporkan sebanyak 7 orang terluka, 3 rumah, dan satu rumah ibadah rusak ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved