Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Investasi Menguat, Dunia Usaha NTT Optimistis Sambut Awal 2026

Palce Amalo
21/1/2026 15:07
Investasi Menguat, Dunia Usaha NTT Optimistis Sambut Awal 2026
Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Adidoyo Prakoso.(Dok.Humas Pemprov NTT)

DUNIA usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025. 

Hal tersebut tecermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mencatat peningkatan signifikan kinerja usaha pada triwulan IV 2025, sekaligus menjadi landasan positif bagi prospek ekonomi ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan peningkatan kinerja dunia usaha di NTT tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang mencapai 29,59, lebih tinggi dibandingkan 24,74% pada triwulan III 2025.

“Penguatan aktivitas usaha ini terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan musiman menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta akselerasi realisasi belanja pemerintah,” ujar Adidoyo di Kupang, Rabu (21/1). 

Dari sisi investasi, Adidoyo menilai kepercayaan pelaku usaha di NTT semakin menguat. SBT investasi tercatat sebesar 17,22% pada triwulan IV 2025, melonjak dibandingkan 10,19% pada triwulan sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren nasional, dengan investasi mencatat SBT 9,54%, naik dari 5,67% pada triwulan III 2025.

Sejumlah lapangan usaha menjadi motor penggerak utama peningkatan aktivitas ekonomi. Kinerja positif tercatat pada Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, Informasi dan Komunikasi, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran.

Aktivitas sektor-sektor tersebut mencerminkan meningkatnya belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta kebutuhan infrastruktur dan jasa penunjang ekonomi.

KAPASITAS PRODUKSI TERPAKAI
Seiring membaiknya kinerja usaha, kapasitas produksi terpakai di NTT juga meningkat menjadi 70,92%, dari 69,89% pada triwulan sebelumnya. 

Peningkatan kapasitas produksi terutama ditopang oleh sektor pengadaan listrik dengan tingkat utilisasi hampir penuh, pertanian, serta industri pengolahan, sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi, produksi komoditas pangan dan perkebunan, serta permintaan produk olahan bahan bangunan.

Meski demikian, Adidoyo mengakui tidak seluruh sektor bergerak seragam. Beberapa lapangan usaha, seperti pertambangan dan penggalian serta jasa lainnya, masih berada pada zona kontraksi.

Selain itu, penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2025 belum menunjukkan ekspansi yang signifikan, meskipun akses kredit tetap berada pada zona positif.

Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan kegiatan dunia usaha NTT pada triwulan I 2026 akan terus meningkat, dengan proyeksi SBT sebesar 34,93%. 

Optimisme tersebut terutama ditopang oleh prospek panen yang baik pada sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatnya aktivitas informasi dan komunikasi dan perdagangan besar dan eceran seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya