Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Hal tersebut tecermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mencatat peningkatan signifikan kinerja usaha pada triwulan IV 2025, sekaligus menjadi landasan positif bagi prospek ekonomi ke depan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan peningkatan kinerja dunia usaha di NTT tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang mencapai 29,59, lebih tinggi dibandingkan 24,74% pada triwulan III 2025.
“Penguatan aktivitas usaha ini terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan musiman menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta akselerasi realisasi belanja pemerintah,” ujar Adidoyo di Kupang, Rabu (21/1).
Dari sisi investasi, Adidoyo menilai kepercayaan pelaku usaha di NTT semakin menguat. SBT investasi tercatat sebesar 17,22% pada triwulan IV 2025, melonjak dibandingkan 10,19% pada triwulan sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren nasional, dengan investasi mencatat SBT 9,54%, naik dari 5,67% pada triwulan III 2025.
Sejumlah lapangan usaha menjadi motor penggerak utama peningkatan aktivitas ekonomi. Kinerja positif tercatat pada Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, Informasi dan Komunikasi, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran.
Aktivitas sektor-sektor tersebut mencerminkan meningkatnya belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta kebutuhan infrastruktur dan jasa penunjang ekonomi.
KAPASITAS PRODUKSI TERPAKAI
Seiring membaiknya kinerja usaha, kapasitas produksi terpakai di NTT juga meningkat menjadi 70,92%, dari 69,89% pada triwulan sebelumnya.
Peningkatan kapasitas produksi terutama ditopang oleh sektor pengadaan listrik dengan tingkat utilisasi hampir penuh, pertanian, serta industri pengolahan, sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi, produksi komoditas pangan dan perkebunan, serta permintaan produk olahan bahan bangunan.
Meski demikian, Adidoyo mengakui tidak seluruh sektor bergerak seragam. Beberapa lapangan usaha, seperti pertambangan dan penggalian serta jasa lainnya, masih berada pada zona kontraksi.
Selain itu, penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2025 belum menunjukkan ekspansi yang signifikan, meskipun akses kredit tetap berada pada zona positif.
Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan kegiatan dunia usaha NTT pada triwulan I 2026 akan terus meningkat, dengan proyeksi SBT sebesar 34,93%.
Optimisme tersebut terutama ditopang oleh prospek panen yang baik pada sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatnya aktivitas informasi dan komunikasi dan perdagangan besar dan eceran seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. (E-2)
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Meutya menegaskan bahwa pembangunan digital tidak hanya mencakup pengembangan jaringan BTS atau penambahan satelit.
Bagi dunia usaha, capaian pertumbuhan di atas 5% dalam dua kuartal terakhir menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup solid, meskipun tekanan eksternal masih ada.
Suharini pun mengajak masyarakat hadir dan berpartisipasi dalam JEF 2025 yang akan berlangsung bersamaan dengan Jakarta Running Festival di Plaza Tenggara GBK.
dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, terobosan Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang baru, ditunggu banyak pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved