Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Jawa Barat Perkuat Pengembangan Desa dan Kampung Wisata

Sugeng Sumariyadi
16/1/2026 19:24
Jawa Barat Perkuat Pengembangan Desa dan Kampung Wisata
Ilustrasi(Dok. Istimewa)

PENGEMBANGAN desa dan kampung wisata terus dipacu di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mendorong pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat, kearifan lokal, serta potensi wilayah.

Memasuki tahun 2025, Jawa Barat tercatat memiliki 689 Desa dan Kampung Wisata yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Namun, tantangan besar masih membayangi karena mayoritas destinasi tersebut masih berstatus rintisan.

"Kebanyakan masih berada pada tahap rintisan, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih terarah untuk peningkatan kualitas, penguatan legalitas, serta kelembagaan pengelolaan berbasis masyarakat," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan.

Strategi Terstruktur dan Kolaborasi Pentahelix

Untuk menyatukan langkah, Disparbud Jabar menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Desa/Kampung Wisata di Jawa Barat pada awal tahun. Dalam rakor tersebut, dipaparkan strategi pengembangan yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

Langkah-langkah tersebut meliputi pemetaan potensi, pembentukan pengelola, penyusunan masterplan, hingga pengembangan paket wisata tematik serta penguatan kolaborasi pentahelix.

"Ke depan, pengembangan akan diperkuat melalui pendampingan, pembentukan tim penilai, branding desa wisata unggulan, serta evaluasi berkala. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing desa dan kampung wisata Jawa Barat sebagai penggerak ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan," tandas Iendra.

Tujuh Desa Wisata Baru di Subang

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Pemprov Jabar mengembangkan tujuh desa wisata baru di Kabupaten Subang. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Sukasari, Desa Situ Sari, Desa Cisampih, Desa Margasari, Desa Rawalele, Desa Jambelaer, dan Desa Curug Agung.

Setiap desa ini memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik utama. Selain berorientasi pada jumlah kunjungan, kehadiran tujuh desa wisata ini juga memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta upaya perlindungan alam. (SG/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya