Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Terhalang Medan Berat dan Cuaca Ekstrem

Akhmad Safuan
15/1/2026 11:49
Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Terhalang Medan Berat dan Cuaca Ekstrem
Tim gabungan akan melakukan proses evakuasi pendaki yang berada di bawah tebing terjal dan di tengah cuaca ekstrem.(MI/Akhmad Safuan)

PROSES evakuasi jenazah pendaki Gunung Slamet Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, akan dilakukan hari ini setelah sebelumnya tertunda akibat cuaca ekstrem dan medan tebing yang curam. Sebelumnya, Syafiq ditemukan meninggal dunia di jalur punggungan Gunung Malang dekat area Batu Watu Langgar Rabu (14/1) usai proses pencarian selama 17 hari.

Pemantau Media Indonesia, Kamis (15/1) sejak pagi puluhan personel SAR gabungan kembali melakukan pendakian Gunung Slamet ke arah jalur punggungan Gunung Malang dekat area Batu Watu Langgar, tempat ditemukannya Jenazah pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, yang hilang dan dilakuhan pencarian Selana 17 hari.

Sebelumnya tim Wanadri yang berhasil menemukan jenazah pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan pada Rabu (14/1) sekitar pukul 10.00 WIB bersama tim SAR gabungan mengalami kesulitan untuk mengevakuasi korban karena kondisi medan yang berat yakni tebing curam dan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai badai.

Setelah membungkus jenazah pendaki yang masih bersekolah di SMA Negeri 5 Magelang tersebut dengan menggunakan kain hijau, tim gabungan terpaksa ke ditarik mundur ke pos Operation Support Comand (OSC). 

"Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam dan terjal serta cuaca hujan badai," kata anggota relawan Tim Wanadri Arie Afandi.

Proses evakuasi terhadap baru akan kembali dilakukan Kamis (15/1) ini, karena selain kondisi lokasi yang sulit tersebut, juga memerlukan persiapan matang yakni dibutuhkan tandu basket (basket stretcher) karena tim penemu jenazah hanya punya alat tali temali. "Jadi butuh tandu basket untuk menggotongnya," tambahnya.

Menurut rencana proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, lanjut Arie Afandi, melalui jalur Pos Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, baru kemudian dilanjutkan prosesi selanjutnya, sedangkan pelaksanaan itu sendiri menunggu kesiapan tim dan juga kondisi cuaca di Gunung Slamet sendiri. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik