Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Banjir di Jalur Pantura Kudus Meluas, Perjalanan Semarang-Pati Memakan Waktu 18 Jam

Akhmad Safuan
15/1/2026 11:29
Banjir di Jalur Pantura Kudus Meluas, Perjalanan Semarang-Pati Memakan Waktu 18 Jam
Banjir merendam di Kabupaten Kudus meningkat hingga lalulintas macet dan 48.193 warga terdampak(MI/Akhmad Safuan)

BANJIR yang melanda jalur pantura di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin meluas. Banjir yang terjadi sejak Jumat (9/1) lalu itu kini merendam 35 desa di tujuh kecamatan. Jumlah warga terdampak kini mencapai 48.193 jiwa (15.237 keluarga).

Selain itu, banjir juga mengakibatkan ketersendatan arus lalu lintas. Jalur Pantura Kudus-Pati terendam banjir dengan ketinggian 20-50 cm sepanjang 400 meter. Banjir juga mengakibatkan belasan ribu rumah warga dan area pertanian terendam, hingga memaksa ribuan warga mengungsi.

Jalur Pantura Lingkar Kudus-Pati juga terendam banjir di tiga lokasi, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles dan Jembatan Hadipolo. 

"Akibat banjir di Demak, Kudus, dan Pati perjalanan terganggu, biasanya Semarang-Pati dapat ditempuh 4 jam kini molor hingga 18 jam," kata Sugiyono, 45, seorang pengemudi truk tujuan Surabaya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan jumlah warga terdampak banjir di daerah berada di Pantura Jawa Tengah semakin bertambah dari sebelumnya 34.277 jiwa, kini meningkat menjadi 48.193 jiwa (15.237 keluarga).

Selain banjir yang hingga kini semakin meluas dan meninggi, ungkap Eko, akibat curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah kecamatan seperti Bae 2 lokasi, Gebog 38 lokasi, dan Dawe di 92 lokasi. Petugas gabungan terus siaga untuk melakukan penanganan.

"Proses evakuasi warga juga terus berlanjut," imbuhnya. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya