Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia dan 120 orang luka-luka, sementara di sisi lain angka kecelakaan lalu lintas justru menurun signifikan. Data tersebut terungkap dalam paparan akhir tahun 2025.
Kapolda Papua, Irjen Patrige R. Renwarin, menjelaskan, sepanjang 2025, Polda Papua menggelar 11 operasi kepolisian, baik operasi terpusat maupun kewilayahan, termasuk Operasi Damai Cartenz yang difokuskan pada penanganan gangguan keamanan bersenjata. Kapolda menegaskan, aktivitas KKB masih menjadi tantangan keamanan paling serius di Tanah Papua.
“Dalam operasi penegakan hukum, Satgas Gakkum berhasil mengungkap 39 kasus, mengamankan 29 pucuk senjata api, ribuan amunisi, serta melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku yang membahayakan masyarakat,” ujar Patrige.
Selain gangguan keamanan bersenjata, kriminalitas umum juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, Polda Papua menangani 2.578 kasus tindak pidana konvensional, dengan kasus terbanyak berupa pencurian kendaraan bermotor sebanyak 1.455 kasus, disusul pengeroyokan 338 kasus dan pencurian dengan pemberatan 336 kasus.
Untuk kasus narkotika, tercatat 260 perkara dengan tingkat penyelesaian mencapai 229 kasus, sementara kejahatan siber tercatat sebanyak 15 kasus. Adapun tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak ditemukan sepanjang tahun 2025.
Di sektor lalu lintas, kinerja Polda Papua menunjukkan tren positif. Jumlah kecelakaan lalu lintas turun dari 2.470 kasus pada 2024 menjadi 1.840 kasus pada 2025. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia, dari 290 orang menjadi 162 orang, serta penurunan korban luka berat dan ringan. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas tercatat turun menjadi sekitar Rp6,4 miliar.
Patrige juga menyoroti tantangan internal berupa keterbatasan personel. Saat ini, Polda Papua memiliki 12.953 personel, sementara kebutuhan ideal mencapai 23.140 personel, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 10.187 personel.
“Wilayah kerja kami sangat luas dengan 21 Polres, 101 Polsek, dan 43 Polsubsektor. Tantangan geografis dan keamanan menjadi faktor utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Papua,” kata Patrige.
Dalam upaya pencegahan dan pelayanan publik, Polda Papua mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas, patroli Samapta, pengamanan aksi unjuk rasa, serta patroli siber melalui Tim Cyber Troops untuk menangkal hoaks dan konten provokatif. Polda Papua juga mendukung berbagai program sosial dan ketahanan pangan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan penyaluran beras SPHP kepada masyarakat.
Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi menjelang tahun 2026.
“Keamanan Papua adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis Papua dapat memasuki tahun 2026 dalam kondisi yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya. (Z-10)
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
Dampak penembakan ini telah meluas hingga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
EKSPANSI proyek pembangunan dan meningkatnya konflik di Papua dinilai tidak hanya berdampak pada hilangnya wilayah adat.
INSIDEN penembakan pesawat di area bandara Boven Digoel dinilai menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem pengamanan bandara, terutama di Papua.
Film anak bergenre musikal-petualangan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang relasi manusia dengan alam.
Pesawat Smart Air ditembak KKB saat mendarat di Karowai, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas, sementara kondisi 13 penumpang masih belum dipastikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved