Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hujan tak Kunjung Reda, Natal di Tapanuli Selatan Diliputi Kecemasan

Januari Hutabarat
25/12/2025 15:10
Hujan tak Kunjung Reda, Natal di Tapanuli Selatan Diliputi Kecemasan
Kendaraan melintas di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Garoga, Tapanuli Selatan.(MI/Januari Hutabarat)

NATAL tahun ini terasa berbeda bagi warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Alih-alih dirayakan dengan sukacita, hari besar umat Kristiani itu justru dibayangi rasa cemas akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut, Kamis (25/12).

Hujan berkepanjangan itu memunculkan kembali trauma warga akan ancaman banjir susulan, tak lama setelah banjir bandang sebelumnya memporak-porandakan desa mereka. Kekhawatiran kian terasa karena jejak bencana masih jelas terlihat di berbagai sudut kawasan.

Di tengah cuaca yang belum bersahabat, alat-alat berat tetap dikerahkan untuk memperbaiki Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), jalur vital yang menghubungkan Tapanuli Selatan dengan Tapanuli Tengah. Pekerjaan dilakukan berpacu dengan waktu, meski ancaman bencana masih menghantui.

Sisa-sisa banjir bandang tampak nyata: lumpur tebal menutupi badan jalan, batang-batang kayu gelondongan berserakan, serta beberapa bagian jalan yang ambles. Bencana tersebut tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga sempat memutus total jalur transportasi utama di kawasan itu.

Suasana Natal di Desa Garoga pun terasa lengang. Aktivitas warga di luar rumah sangat minim. Trauma membuat sebagian besar memilih bertahan di tempat yang dianggap lebih aman, sambil terus memantau kondisi cuaca. Hingga pukul 14.00 WIB, hujan masih turun dengan intensitas tinggi.

Bagi pengguna jalan, melintasi Jalinsum Garoga menjadi ujian nyali tersendiri. Firman (45), salah seorang pengendara, mengaku diliputi rasa waswas setiap kali melewati jalur tersebut.

“Badan jalan sekarang lebih rendah dari material banjir. Kalau hujan besar turun lagi, kami tidak tahu harus menyelamatkan diri ke mana,” ujarnya.

Meski demikian, harapan tetap tumbuh di tengah kekhawatiran. Warga berharap perbaikan Jalinsum dapat segera rampung agar akses transportasi dan distribusi kebutuhan pokok kembali normal.

Namun, di tengah cuaca yang tak menentu, keselamatan menjadi doa dan harapan utama warga Garoga, lebih dari sekadar perayaan Natal itu sendiri. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya