Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara kembali mengulurkan tangan bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang di wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian KAI melampaui batas jalur rel, menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat yang sedang berjuang di masa sulit.
Vice President KAI Divre I Sumatra Utara, Sofan Hidayah, menegaskan bahwa kehadiran KAI di lokasi bencana bukan sekadar kewajiban korporasi, melainkan panggilan kemanusiaan.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini. Bantuan sembako yang kami antarkan langsung ke desa-desa di Aceh Tamiang dan Langsa adalah bentuk dukungan moral agar warga kembali memiliki semangat untuk bangkit menata kehidupan," kata Sofan, Minggu (21/12).
Distribusi bantuan menyisir wilayah-wilayah yang terdampak cukup parah, mulai dari Pondok Pesantren Darul Tholibin di Pangkalan Brandan, hingga menjangkau pelosok di Kecamatan Tenggulun, Desa Pulau Tiga, Tamiang Hulu, Sungai Liput, hingga Desa Tualang Tengoh. Tim KAI juga menyambangi warga di Tanjung Saumantoh, Desa Selalah Bawah, Dusun Bandar Murni, serta Desa Senebuk Cantik.
Sementara itu, Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, sebelumnya KAI bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana sebesar 350 juta untuk masyarakat di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
“Sabtu, 20 Desember KAI Divre I Sumatera Utara kembali hadir secara langsung di tengah masyarakat Aceh melalui penyaluran sebanyak 498 paket sembako yang disebar ke berbagai titik pengungsian dan pemukiman warga di Aceh Tamiang dan Langsa,” ungkap Anwar
Lebih lanjut Anwar mengatakan, tidak hanya bagi masyarakat Aceh, sebelumnya juga sudah disalurkan sebanyak 436 paket sembako untuk masyarakat terdampak yang berada di wilayah Sumatra Utara. Sehingga total sembako yang sudah dibagikan sejumlah 934 paket dengan nilai 169 juta rupiah yang terkumpul dari donasi KAI Grup.
Ketulusan bantuan ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Aziz, perwakilan masyarakat Sungai Liput. Ia menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya kepada KAI yang telah peduli mendatangi wilayah mereka. Baginya, bantuan ini menjadi penawar beban di tengah upaya warga memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
“KAI berharap api semangat para penyintas banjir di Aceh tetap menyala. KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan transportasi, tetapi juga sebagai mitra yang sigap merangkul sesama dalam menghadapi setiap tantangan bencana,” kata Anwar. (H-1)
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
NASIB korban banjir di Provinsi Aceh hingga Rabu (28/1) belum ada perubahan berarti. Sudah 63 hari para penyintas bencana dahsyat itu masih dipenuhi lumpur dalam rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved