Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ironi Tukka Tapteng: Jalur Transportasi Terbuka, Pasokan Air Bersih Justru Tersendat

Yoseph Pencawan
21/12/2025 16:06
Ironi Tukka Tapteng: Jalur Transportasi Terbuka, Pasokan Air Bersih Justru Tersendat
Warga Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumut, terpaksa menggunakan air sungai yang masih bercampur lumpur untuk mencuci, Jumat (19/12) .(MI/Yoseph Pencawan)

AKSES jalan menuju Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, kembali dapat dilalui setelah sumbatan material longsor pada aliran Sungai Aek Godang dan Sungai Sigotom berhasil dibersihkan. Kondisi ini membuat luapan air sungai ke badan jalan mulai surut, sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat banjir dan longsor di Tapanuli Tengah. Sebelumnya, jalur ini sempat terputus total karena badan jalan berubah menjadi aliran sungai akibat tersumbatnya aliran air oleh kayu dan material longsor berskala besar.

Warga Kelurahan Tukka, Adian Siregar, menuturkan bahwa proses normalisasi sungai dan pembersihan jalan telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Upaya pemulihan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan alat berat serta gotong royong personel BPBD, BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

"Sudah beberapa hari ini alat berat membersihkan Sungai Sigotom dan Aek Godang. BPBD, BNPB, polisi, TNI, dan masyarakat ikut bergotong royong membersihkan jalan dan membuat parit. Sekarang aliran sungainya mulai lancar, air tidak lagi meluap ke jalan, mobil pun sudah bisa lewat,” kata Adian, Minggu (21/12).

Material Lumpur
Meski akses distribusi bantuan mulai berjalan lancar seiring terbukanya jalur darat, Adian mengungkapkan bahwa warga kini menghadapi persoalan baru, yakni krisis air bersih. Pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari dinilai masih jauh dari mencukupi meski bantuan tangki penampungan (toren) telah disebar.

"Setelah air surut, bantuan makin banyak masuk. Tapi air bersih masih agak sulit. Sudah ada bantuan toren hampir di setiap dusun, ada yang diisi sampai tiga kali sehari, tapi masih belum cukup," ujarnya.

Senada dengan Adian, Marlina, warga Dusun Gotom, menyebutkan bahwa pembersihan lingkungan dari timbunan material lumpur masih terus dilakukan. Ia berharap pemerintah daerah menambah unit alat berat agar proses pemulihan permukiman warga bisa berjalan lebih cepat.

"Gang di dusun kami sedang dikeruk, tanahnya dipindahkan ke tempat yang lebih rendah. Tapi harapannya alat berat bisa ditambah supaya pembersihan lebih cepat," tutur Marlina.

Hingga saat ini, pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah terus menjadi prioritas. Warga berharap pihak terkait tidak hanya fokus pada akses jalan, tetapi juga mempercepat perbaikan infrastruktur air bersih guna menjamin kesehatan dan sanitasi masyarakat terdampak. (YP/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya