Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemkab Tasikmalaya Siagakan Alat Berat Antisipasi Longsor Jalur Gentong dan Salawu

Kristiadi
19/12/2025 18:59
Pemkab Tasikmalaya Siagakan Alat Berat Antisipasi Longsor Jalur Gentong dan Salawu
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zen,(MI/Kristiadi)

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan langkah mitigasi agresif menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sejumlah alat berat jenis ekskavator disiagakan di titik-titik rawan longsor, khususnya di jalur lintas selatan dan jalur alternatif yang menghubungkan Tasikmalaya dengan wilayah sekitarnya.

Penyiagaan ini difokuskan pada jalur perbatasan strategis, mulai dari Kecamatan Kadipaten yang berbatasan dengan Garut (Jalur Gentong), hingga jalur alternatif Salawu menuju Garut. Kawasan tersebut dikenal memiliki kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah dan longsor yang kerap memutus akses lalu lintas saat hujan deras.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zen, menegaskan bahwa persiapan ini tidak hanya untuk menyambut lonjakan pemudik dan wisatawan, tetapi juga merespons peringatan dini dari BMKG.

"Kami telah menyiagakan ekskavator di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, dan jalur alternatif Salawu. Langkah ini krusial karena berdasarkan data BMKG, puncak musim hujan diprediksi berlangsung hingga April 2026," ujar Zen, Jumat (19/12).

Zen juga menginstruksikan seluruh elemen kebencanaan, mulai dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan seperti Tagana, PMI, dan dinas terkait (PUPR, Dinsos, Satpol PP, Damkar), untuk berada dalam posisi siaga satu. "Masyarakat harus waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, dan pergerakan tanah guna meminimalisir risiko jatuhnya korban," tambahnya.

Senada dengan upaya Pemkab, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Moh Faruk Rozi, menyatakan bahwa pengamanan di Lingkar Gentong menjadi prioritas utama. Mengingat jalur ini merupakan urat nadi utama arus mudik dan balik dari arah Bandung menuju Jawa Tengah atau sebaliknya.

Selain alat berat, pihak kepolisian juga menyiagakan fasilitas pendukung lainnya di Pos Pengamanan (Pos PAM) Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, di antaranya mobil dereka dan ambulans untuk merespons cepat kecelakaan atau gangguan kendaraan. Tim penganjal ban yang disiagakan khusus di tanjakan curam Gentong guna membantu kendaraan yang gagal menanjak. Lalu Tim Pengurai Kemacetan yang bersiaga di titik rawan seperti perlintasan kereta api dan persimpangan padat.

"Peningkatan arus diprediksi akan mencapai puncaknya pada pergantian tahun yang bersamaan dengan libur sekolah. Kami pastikan mitigasi bencana dan pengaturan lalu lintas sudah siap di lapangan," pungkas Faruk.

Pemerintah menghimbau para pengguna jalan yang akan melintasi jalur selatan Jawa Barat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima demi keamanan bersama selama masa libur Nataru. (AD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya