Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis (18/12). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan cepat dan tepat sasaran.
Presiden meninjau permukiman warga yang terdampak material banjir berupa lumpur dan kayu, sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rasa syukur karena kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan, meskipun situasi masih memprihatinkan.
“Saya bersyukur keadaan sudah mulai membaik. Memang kondisinya masih memprihatinkan, tetapi kita semua bekerja keras untuk memulihkan keadaan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden mengungkapkan kegembiraannya melihat proses pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak yang telah mulai berjalan. Hunian tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan agar masyarakat dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.
“Saya gembira melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Ditargetkan selesai dalam satu bulan, supaya Bapak dan Ibu bisa tinggal di tempat yang lebih layak,” kata Presiden.
Lebih lanjut, Presiden memastikan bahwa setelah hunian sementara rampung, pemerintah akan segera melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
“Setelah itu, kita akan bangun hunian tetap. Saya lihat rancangannya cukup bagus,” tambahnya.
Presiden juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, mulai dari relawan, Tim SAR, TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah daerah dan kementerian/lembaga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada relawan, Tim SAR, TNI, Polri, para pejabat, mulai dari Gubernur, Bupati dan Wali Kota, serta kementerian dan lembaga. Saya lihat semuanya turun, bahu-membahu untuk pemulihan,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga menyoroti semangat masyarakat Palembayan yang tetap kuat di tengah keterbatasan akibat bencana.
“Saya melihat semangat yang luar biasa. Dalam keadaan susah, saudara-saudara masih menyambut kehadiran saya dengan gembira. Saudara-saudara tidak sendiri. Kami semua terus berpikir setiap hari bagaimana memulihkan keadaan ini secepatnya,” tegas Presiden.
Menutup keterangannya, Presiden mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan saling menguatkan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Tetap sabar, kita akan bersama-sama mengatasi ini semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah yang mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut menjelaskan, sejak hari pertama kejadian, Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan relawan telah bergerak cepat melakukan evakuasi, pendataan korban, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Banjir bandang ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh warga tertangani dengan baik, sekaligus menyiapkan langkah-langkah pemulihan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara bertahap,” ujar Mahyeldi.
Gubernur juga menyampaikan Pemprov Sumbar telah mengoordinasikan normalisasi aliran sungai serta perbaikan lingkungan terdampak sebagai bagian dari upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Mahyeldi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Presiden Prabowo di Palembayan. Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi penguat moral bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana.
“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Presiden. Ini menjadi penguat bagi masyarakat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Mahyeldi.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Kepala BNPB; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia; Panglima TNI; Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo; Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi; serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (YH/E-4)
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved