Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Nataru Ditargetkan 7,8 Juta Wisatawan Akan Berkunjung di Jawa Tengah

Akhmad Safuan
15/12/2025 21:24
Nataru Ditargetkan 7,8 Juta Wisatawan Akan Berkunjung di Jawa Tengah
Destinasi wisata Kota Lama Semarang akan menjadi magnet bagi wisatawan saat berlangsung liburan Nataru mendatang(MI/Akhmad Safuan)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menargetkan jumlah  wisatawan berkunjung di berbagai destinasi wisata di provinsi ini mencapai 7,8 juta orang  pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mendatang.

Pemantau Media Indonesia Senin (15/12) jelang liburan Natal dan tahun baru (Nataru), sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah mulai berbenah dan menyiapkan diri menyambut kunjungan wisatawan yang diperkirakan akan semakin meningkat, termasuk perbaikan dan pembenahan infrastruktur menuju ke sejumlah obyek wisata.

Diperkiraan jumlah pelancong berkunjung di berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah ini mencapai jutaan orang pada momentum Nataru tersebut, bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan jumlah wisatawan berkunjung selama 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tersebut mencapai 7,8:juta orang.

"Kita perkirakan jumlah wisatawan berkunjung saat berlangsung Natal dan tahun baru mendatang mencapai 7,8 juta orang," kata  Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah M Masrofi Senin (15/12).

Target jumlah pelancong berkunjung di sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah itu, ungkap Masrofi, cukup realistik karena jika dibandingkan dengan momentum yang sana pada tahun 2024;lalu ada peningkatan 4,32 persen, bahkan jika dihitung secara keseluruhan sejak Desember 2025 total kunjungan  mencapai 8,57 juta wisatawan atau naik sekira 12,95 persen.

Jutaan jumlah wisatawan berkunjung saat berlangsung liburan Nataru tersebut, menurut Masrofi, diperkirakan akan memadati obyek wisata di sejumlah daerah seperti Kabupaten Klaten, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang dan Kota Surakarta, sehingga perlu dipersiapkan secara matang.

Dari ratusan destinasi wisata di Jawa Tengah, lanjut Masrofi, terdapat 10 destinasi unggulan yang diperkirakan akan dibanjiri pengunjung seperti Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, Candi Prambanan, Masjid Raya Syeikh Zayid, Dieng, Candi Borobudur, Pantai Marina dan Masjid Agung Jawa Tengah.

"Kita berikan perhatian khusus lima destinasi wisata yakni Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Menganti dan Guci untuk kesiapan dan keamanannya.l," tambahnya.

Menghadapi kesiapan destinasi wisata itu, demikian Masrofi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Sekda Jawa Tengah bernomor 100.3.4.1/2025 kepada kepala daerah dan pengelola wisata agar memberikan pelayanan prima, memastikan kesiapan sarana-prasarana, melakukan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, menjaga kewajaran harga, dan memperkuat koordinasi lintas instansi jika terjadi kondisi darurat.

Meningkatnya jumlah wisatawan berkunjung ini, ujar Masrofi, akan  menciptakan multiplier effect yakni  meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar destinasi wisata dan mampu menumbuhkan ekonomi daerah seperti ajang Borobudur Marathon mencatat perputaran ekonomi yang terus meningkat dari Rp61,6 miliar pada 2023 menjadi Rp73,9 miliar pada 2024. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya