Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyampaikan adanya bibit siklon 91S membentuk pola belokan angin di sepanjang wilayah Pulau Jawa sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY. Warga diminta mewaspadai potensi hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Selain itu, BMKG Yogyakarta juga mengidentifikasi suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa terpantau relatif hangat yakni 28 – 30 derajat Celsius, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.0 s/d 2.0 C.
"Kondisi ini mendukung terjadinya peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, Jumat.
Dikatakan, profil vertikal kelembaban udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1.0 - 2.5 kilometer (paras 850 - 700 mb) yang basah sebesar 60 - 95%, sehingga memberi peluang terjadinya hujan di wilayah DIY.
"Mempertimbangkan hal tersebut, maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode tanggal 12 - 14 Desember 2025, 12 Desember 2025 potensi hujan ringan - sedang di Sleman bagian Utara, dan Kulon Progo bagian Utara.Tinggi gelombang: 1.25 - 2.5 meter atau dalam kategori sedang,"jelasnya.
Adapun prakiraan cuaca pada 13 Desember 2025 yakni adanya potensi hujan ringan-sedang di Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara dan Gunungkidul bagian Utara. Selain itu, potensi tinggi gelombang: 1.25 - 2.5 m atau dalam kategori sedang dan 14 Desember 2025 dan prakiraan turunnya hujan sedang di Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul bagian Utara dengan tinggi gelombang: 1.25 - 2.5 m atau dalam kategori sedang.
Terhadap kondisi itu, BMKG Yogyakarta meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode tiga hari ke depan terutama bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
"Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial kami, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD, FPRB dan kelompok relawan lainnya," katanya. (H-4)
KONDISI cuaca di sejumlah lokasi di Bali masih belum normal. Selain masih diliputi mendung dan hujan ringan juga berhembus angin cukup kencang hingga menumbangkan pohon.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
BERDASARKAN prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi di 18 daerah dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
BMKG memperingatkan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, dalam periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026.
BMKG menjelaskan dampak tak langsung Bibit Siklon Tropis 93S di Bali, NTB, NTT, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S yang berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem, masyarakat di Sumatra diimbau waspada
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved