Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Selatan Indonesia

Atalya Puspa    
30/1/2026 13:45
BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Selatan Indonesia
BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah selatan hingga Februari.(Freepik)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, dalam periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh dominasi Monsun Asia dan penguatan angin baratan.

BMKG mencatat, dalam periode 27-29 Januari 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di berbagai daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat mencapai 121,8 mm per hari, disusul Sumatera Barat 108 mm per hari, Banten 88,6 mm per hari, Jawa Timur 85,2 mm per hari, DKI Jakarta 84,4 mm per hari, serta sejumlah wilayah lain seperti Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, dan Aceh.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara dingin dari kawasan Asia, ditandai dengan peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan. Selain itu, penguatan angin di Selat Karimata mengindikasikan aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS). 

"Di wilayah barat dan selatan Indonesia, angin baratan yang menguat memicu konvergensi dan konfluensi udara, sehingga meningkatkan pembentukan awan hujan," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (30/1). 

BMKG juga mencatat kontribusi dari Bibit Siklon Tropis 98S yang telah melemah menjadi pusat tekanan rendah, serta didukung oleh kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil. 

Kombinasi faktor tersebut menyebabkan pembentukan awan hujan berlangsung lebih intensif dan meluas, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan, hingga Papua bagian selatan.

Untuk sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Secara global, kondisi ENSO terpantau berada pada kategori netral hingga La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) +8,6 dan indeks Nino 3.4 sebesar -0,79, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah timur Indonesia.

Aktivitas Monsun Asia diperkirakan masih persisten hingga awal Februari, disertai potensi berlanjutnya fenomena CENS. Selain itu, peluang terbentuknya daerah tekanan rendah di Teluk Carpentaria dapat memicu perlambatan angin dan meningkatkan konvergensi di wilayah selatan Indonesia. Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sejumlah perairan dan wilayah daratan Indonesia.

Pada periode 30 Januari hingga 1 Februari 2026, cuaca di Indonesia umumnya diprakirakan hujan ringan hingga sedang. Namun, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. 

BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Sementara pada periode 2-5 Februari 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Indonesia. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan untuk Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sedangkan potensi angin kencang masih mengintai Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, genangan, dan longsor. 

"Masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang," pungkas BMKG. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya