Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Santriwati yang Hanyut dan Tenggelam di Sungai Lusi Blora Ditemukan Meninggal 

Akhmad Safuan
12/12/2025 19:51
5 Santriwati yang Hanyut dan Tenggelam di Sungai Lusi Blora Ditemukan Meninggal 
Evakuasi korban hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi Blora, 5 santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora ditemukan meninggal dunia.(Ist)

SETELAH seharian melakuhan pencarian, tiga dari lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun, Blora, yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi, Desa Kedungjenar, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi yakni SR (14) asal Tunjungan, AFR (13) asal Tunjungan, dan CPM (16) asal Todanan ditemukan di tempat terpisah dalam kondisi meninggal dunia.

Sebelumnya, Kamis (11/12) pagi, diketahui delapan santriwati hanyut dan tenggelam saat akan mencari kerang setelah berkunjung ke rumah ustaz yang berada di bantaran Sungai Lusi. Sebanyak tiga santriwati berhasil selamat, sementara lima lainnya hanyut terseret arus sungai yang deras. Di hari pertama kejadian, pencarian langsung dilakukan dan berhasil menemukan dua santriwati dalam kondisi meninggal dunia.

Karena cuaca buruk dan sudah larut malam, pencarian di hari pertama kejadian dihentikan. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan hari, dan di sore hari baru ditemukan tiga santri lainnya dalam kondisi meninggal dunia.

"Usai salat Jumat, korban CPM ditemukan berjarak 1,5 kilometer dari lokasi kejadian, kemudian jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan disemayamkan sementara," kata Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowati Jumat (12/12).

Kemudian menyusul korban SR, ungkap Mulyowati, ditemukan sekira pukul 14.30 WIB berada di sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dan 15 menit kemudian santriwati AFR ditemukan pada jarak 1,2 kilometer dari tempat kejadian, sehingga lima korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah proses pemeriksaan dan pemandian jenazah di rumah sakit, menurut Mulyowati, ketiga jenazah santriwati tersebut diserahkan ke keluarga pada petang ini untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan duka cita atas musibah yang merenggut jiwa lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora tersebut. Ia berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang dan mengingatkan agar tidak bermain di dekat sungai karena cuaca ekstrem masih berlangsung diperkirakan hingga Januari 2026.

"Saya mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Kepada orangtua agar tetap mengawasi anak-anaknya agar tidak berada dekat sungai karena volume meningkat dratis," ujar Arief Rohman.

Sementara itu tiga santriwati yang selamat  yakni AG, RAM (asal Randublatung) serta FAA (asal Kedungjenar) secara berangsur-angsur kondisinya membaik. Mereka mendapat perawatan di RSUD Blora, dan masih nampak trauma sehingga belum bisa dimintai keterangan.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik