Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bibit Siklon 91S Picu Cuaca Ekstrem di Sumbar 11-13 Desember, Ini Daerah yang Terdampak

Akmal Fauzi
11/12/2025 20:52
Bibit Siklon 91S Picu Cuaca Ekstrem di Sumbar 11-13 Desember, Ini Daerah yang Terdampak
ilustrasi(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padang Pariaman, mengimbau masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 11-13 Desember 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, mengatakan BMKG mendeteksi perkembangan signifikan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Sumbar.

"BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumbar pada periode itu," kata Desindra dikutip dari Antara, Kamis (11/12).

Bibit Siklon 91S Picu Cuaca Ekstrem

BMKG memantau adanya Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia barat daya Sumbar. Sistem ini memicu pertemuan massa udara (konvergensi) yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, anomali suhu muka laut yang lebih hangat di pesisir barat Sumbar turut memperkuat suplai uap air dan kelembapan, sehingga semakin mendukung terbentuknya hujan lebat.

Daerah Berpotensi Terdampak

BMKG memetakan dua kategori wilayah terdampak:

1. Hujan Lebat-Sangat Lebat

  • Kabupaten Kepulauan Mentawai
  • Kabupaten Pesisir Selatan

2. Hujan Sedang-Lebat

  • Pasaman Barat
  • Pasaman
  • Agam
  • Tanah Datar
  • Padang Pariaman
  • Kota Pariaman
  • Kota Padang
  • Kabupaten Solok
  • Solok Selatan
  • Sijunjung
  • Dharmasraya

Desindra mengingatkan wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir, banjir bandang, dan longsor, tergantung tingkat kerawanan masing-masing daerah.

Imbauan BMKG

BMKG meminta masyarakat untuk:

  • Meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif,
  • Memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG, laman bmkg.go.id, serta media sosial @bmkgminangkabau,
  • Menghindari informasi cuaca yang tidak bersumber dari BMKG.

"Masyarakat agar selalu merujuk kepada informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi," kata Desindra. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik