Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

UGD RSUD di Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, 20 Tempat Tidur Tersedia

M Iqbal Al Machmudi
10/12/2025 13:53
UGD RSUD di Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, 20 Tempat Tidur Tersedia
Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (7/12/2025).(ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/nz)

UNIT Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang atau RSUD Aceh Tamiang kembali beroperasi setelah banjir besar mulai surut akhir pekan lalu. RSUD itu sebelumnya dibersihkan dari lumpur. Tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob ikut membantu mengevakuasi lumpur dari area pelayanan. Kini ada 20 tempat tidur yang tersedia untuk kasus mendesak.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, memastikan layanan darurat dapat dimanfaatkan masyarakat mulai hari ini. 

"UGD sudah kami siapkan kembali dengan fasilitas yang memungkinkan untuk pelayanan awal," kata Andika dalam keterangannya, Rabu (10/12).

Pelayanan bersifat terbatas, namun ketersediaan 20 tempat tidur memungkinkan penanganan kasus-kasus mendesak. RS Kemenkes Adam Malik Medan turut meminjamkan peralatan penting seperti X-ray mobile dan perangkat laboratorium guna mendukung operasional awal.

"Kita dibantu penuh agar UGD segera aktif," ujar Andika. 

Rumah sakit juga bersiap membuka layanan hemodialisis dan instalasi farmasi secara bertahap setelah unit tersebut selesai dibersihkan.

Dengan pembukaan UGD, RSUD Muda Sedia menjadi satu-satunya layanan gawat darurat fungsional di Aceh Tamiang pascabanjir. 

Sejumlah warga Aceh Tamiang terpantau mulai mendatangi UGD RSUD Muda Sedia dengan keluhan luka-luka akibat benda tajam yang terbawa arus banjir.

Pecahan seng, paku, dan material rumah tangga menjadi penyebab utama luka.

Andika mengatakan kasus yang diterima didominasi cedera ringan hingga sedang.

“Warga biasanya terluka karena kondisi lingkungan yang penuh lumpur,” jelasnya.

Meski fasilitas belum pulih sepenuhnya, tim medis tetap memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Layanan darurat masih menggunakan sejumlah peralatan pinjaman sambil menunggu perbaikan alat kesehatan yang rusak. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat membersihkan rumah dan lingkungan untuk mencegah cedera tambahan pascabanjir. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya