Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penguatan Gizi Keluarga melalui Program PM BEM Berdampak Universitas Mulawarman di Kelurahan Lempake

Basuki Eka Purnama
08/12/2025 19:57
Penguatan Gizi Keluarga melalui Program PM BEM Berdampak Universitas Mulawarman di Kelurahan Lempake
Tim PM BEM Berdampak Universitas Mulawarman melakukan sosialisasi program bersama dengan Lurah Kelurahan Lempake, mitra Kelompok Wanita Tani Sejahtera dan kelompok Dasawisma.(MI/HO)

UNIVERSITAS Mulawarman memperlihatkan kepedulian terhadap ketahanan pangan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (PM BEM Berdampak) dengan judul Penguatan Ketahanan Gizi Keluarga Berbasis Ekonomi Sirkular: Hilirisasi Inovasi Teknologi Integrasi Budidaya Ayam Sehat, Ikan, Sayuran dan TOGA di Kelurahan Lempake.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dengan melibatkan 2 kelompok sebagai mitra utama yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera dan Kelompok Dasawisma dengan fokus pada penguatan ketahanan gizi keluarga melalui penerapan inovasi teknologi pertanian terpadu, pengolahan TOGA, budidaya ayam petelur dengan menggunakan pakan unggas berbasis tanaman lokal Kalimantan, budidaya ikan lele sistem bioflok serta pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan lahan pekarangan produktif.

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di Kelurahan Lempake yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan,dan terbatasnya pemanfaatan lahan pekarangan sehingga intervensi berbasis teknologi dan pemberdayaan dengan penerapan langsung teknologi pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan serta berbasis riset unggulan kampus.

Ketua Tim PM BEM Berdampak, Julinda Romauli Manullang menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan inovasi berbasis riset kampus yang benar-benar dapat berdampak oleh masyarakat.

"Kami ingin teknologi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi berdampak langsung pada masyarakat untuk penguatan gizi keluarga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini dirancang bersama dengan mahasiswa BEM UNMUL untuk membangun ketahanan gizi keluarga melalui pendampingan berkelanjutan. 

“Harapan kami, KWT Sejahtera dan Dasawisma dapat menjadi model kelompok yang mandiri, produktif, serta mampu menjadi inspirasi bagi Kelurahaan lain di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Pada KWT Sejahtera, program diarahkan pada peningkatan produksi sayuran daun menggunakan teknologi hidroponik sistem NFT serta budidaya sayuran dalam polybag. Adapun tanaman obat keluarga (TOGA) tidak hanya dikenalkan sebagai tanaman pekarangan, tetapi juga didiversifikasi menjadi produk olahan herbal bernilai ekonomi. 

Teknologi yang diterapkan berupa instalasi hidroponik berukuran 2x4 meter dengan 200 lubang tanam aktif, serta media tanam polybag berkapasitas 10–15 liter. 

Inovasi ini menjadikan pekarangan rumah warga berubah menjadi kebun produktif yang mendukung ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. 

Melalui rangkaian pelatihan penanaman sayur hidroponik dan polybag, dan pelatihan pengolahan produk TOGA serta pendampingan, anggota KWT menghasilkan produk sayuran hidroponik serta pengolahan TOGA menjadi minuman herbal, dan manisan sehat.

Sementara itu, bagi Kelompok Dasawisma, program diarahkan pada pengembangan budidaya ayam petelur sehat dengan sistem baterai dan ikan lele sistem bioflok. Dua kegiatan ini dikombinasikan dalam sistem pertanian terpadu yang efisien, hemat lahan, dan ramah lingkungan. 

Salah satu inovasi utama adalah penerapan pakan ayam petelur berbasis bawang tiwai (Eleutherine americana Merr) sebagai aditif pakan alami dari tanaman lokal Kalimantan Timur yang berfungsi sebagai pengganti antibiotik sintetis. Penerapan hasil riset yang sudah granted paten untuk menghasilkan telur sehat rendah kolesterol.

Selain itu, sistem bioflok digunakan untuk budidaya ikan lele di kolam terpal berdiameter 2m , yang hemat air serta menjadi salah satu sumber protein hewani bagi Masyarakat Kelurahan Lempake.

Melalui pelatihan budidaya ayam petelur sistem kandang baterai menggunakan aditif pakan berbasis bawang tiwai, pelatihan budidaya ikan lele sistem bioflok dan Pendampingan secara intensif, kelompok Dasawisma dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, meningkatkan konsumsi protein hewani keluarga, serta mengelola usaha bersama yang berkelanjutan.

Produk yang dihasilkan kelompok Dasawisma yaitu telur ayam sehat rendah kolesterol dan ikan lele sebagai sumber protein hewani.

Tidak hanya itu, kegiatan juga mencakup pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan, pelabelan produk, dan promosi digital agar hasil produksi lebih menarik dan bernilai jual tinggi. Struktur organisasi kelompok turut direvitalisasi agar tata kelola dan sistem kerja menjadi lebih efisien.

Melalui kegiatan ini tim pelaksana PM BEM Berdampak UNMUL berhasil menciptakan model pertanian terpadu berbasis pekarangan yang aplikatif, sehat, dan bernilai ekonomi dengan penerapan teknologi inovasi aditif pakan bawang tiwa pada pemeliharaan ayam petelur, budidaya ikan lele sistem bioflok, sayuran hidroponik, dan produk olahan TOGA. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana riset kampus dapat berdampak dan diimplementasikan langsung untuk menjawab permasalahan masyarakat. 

Diharapkan, keberhasilan kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi kontribusi nyata Universitas Mulawarman dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat Kalimantan Timur.

Julinda mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat PM BEM Berdampak Tahun 2025.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UNMUL melakukan kegiatan yang berdampak pada Masyarakat melalui implementasi hasil penelitian dosen” ujarnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik