Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pencarian korban hilang akibat galodo dan tanah longsor terus ditingkatkan. Memasuki hari ke-11 pascabencana, Pemerintah Kota bersama Basarnas dan BNPB kembali mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyisir berbagai lokasi pencarian, Minggu (7/12).
Pencarian dimulai setelah Apel Bersama di Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra.
Sonny menegaskan, pelaksanaan apel bertujuan memaksimalkan kembali upaya pencarian terhadap 33 korban yang masih belum ditemukan, terdiri dari 17 warga Padang Panjang dan 16 warga dari luar daerah.
Ia menyampaikan, seluruh tim akan kembali bekerja secara terkoordinir dengan pembagian area yang lebih terstruktur, serta menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan tugas di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Sonny berharap seluruh korban dapat segera ditemukan mengingat waktu pencarian telah memasuki hari ke-11.
Koordinator Pencarian dan Pertolongan Banjir Bandang Padang Panjang dari Basarnas, Samsul Akmalmenyampaikan, pencarian dilakukan melalui empat sektor utama yang telah ditentukan. Sektor pertama menyisir aliran dari titik 0 Jembatan Kembar hingga Mega Mendung, sementara tim lainnya melakukan pemantauan proses normalisasi sungai di sepanjang jalur terdampak.
Pencarian juga dilakukan dari Kayu Tanam hingga Bendungan Anai menggunakan teknik arung jeram untuk menjangkau area sungai yang sulit diakses. Sedangkan sektor terakhir mencakup wilayah dari Bendungan Batang Anai hingga Lubuk Alung dengan bantuan perahu karet bermesin.
Operasi ini melibatkan personel dari berbagai wilayah, termasuk BNPB, Basarnas Riau, Jambi, Palembang, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar. Selain itu, unsur pendukung seperti Satpol PP Damkar, TNI, Polri, PMI, Tagana, serta tim potensi SAR lainnya turut terlibat dalam memperkuat pencarian. (YH/E-4)
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
PEMERINTAH Kota Padang mulai menggerakkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
PEMERINTAH pusat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
BUPATI Agam Benni Warlis meninjau langsung lokasi jembatan putus akibat banjir di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kamis (18/12).
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
Salah satu temuan menarik tim di lapangan adalah tingginya kesiapsiagaan masyarakat setempat
Di Kota Padang, debit air DAS Batang Kuranji dilaporkan meningkat tajam setelah hujan turun tanpa jeda sejak siang hari.
SIANG hari terik di aliran Sungai Nanggang yang menjulur dari Subarang Aia hingga Sawah Aia, Nagari Salareh Aia Timur dan Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Selain alat berat, sektor penerangan darurat juga menjadi perhatian serius. Menurut Bupati Agam, kebutuhan genset masih sangat mendesak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved