Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Peringati Hari AIDS, Kota Bandung Bertekad Nihilkan Kematian, Stigma dan Penyintas Baru

Naviandri
01/12/2025 14:34
Peringati Hari AIDS, Kota Bandung Bertekad Nihilkan Kematian, Stigma dan Penyintas Baru
Ilustrasi 1 ded(Dok Diskominfo Bandung)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) menegaskan komitmen kuat untuk menekan penyebaran HIV/AIDS sekaligus mengakhiri stigma yang masih menghambat upaya penanggulangan di masyarakat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Bandung 2025 pada Senin (1/12).  Farhan menilai, HIV/AIDS bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi merupakan fenomena peradaban yang harus dijawab dengan ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif. 

"AIDS ini adalah sebuah virus yang menyebar karena perilaku berisiko, dari mulai hubungan seks tanpa pelindung sampai pertukaran alat suntik,” terangnya.

Farhan menegaskan pentingnya berhenti melakukan stigmatisasi karena stigma terbukti menjadi penghambat utama keterbukaan dan pelaporan. Ketidakterbukaan atau ketertutupan terjadi karena stigmatisasi. Ia yakin masih banyak yang berkeyakinan bahwa ini penyakit kutukan. Itu stigma yang harus segera dihentikan. Iya  juga mendorong masyarakat untuk rajin melakukan donor darah sebagai salah satu langkah skrining efektif. 

"Dengan donor darah, maka screening-nya pasti akan terjadi. Pemerintah punya anggaran yang besar untuk memberikan hibah kepada PMI khusus untuk donor darah dan keterbukaan data agregat dari skrining PMI sangat penting untuk memahami pola penyebaran HIV/AIDS tanpa melanggar privasi," ungkapnya.

Farhan memastikan, pemerintah akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap industri seks serta melanjutkan koordinasi lintas sektor untuk pencegahan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan, penyebaran HIV bukan hanya isu medis, tetapi terkait erat dengan sejarah, dinamika sosial, dan perkembangan teknologi.  Setiap masalah peradaban harus dijawab dengan solusi peradaban. Membangun ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif.

"Saya mengajak semua pihak untuk menjaga niat dan tetap bergerak meski sumber pendanaan internasional banyak berkurang. Kesederhanaan gerak bukan berarti tidak bergerak. Anggaran kecil bukan berarti dampak anda mengecil. Kita bisa bergerak bersama-sama dengan semangat yang besar,” ajaknya. 

Sementara itu Kepala Sekretariat KPA Kota Bandung, Maya Verasari melaporkan, rangkaian kegiatan Hari AIDS Sedunia 2025, termasuk kampanye publik di Braga City Walk dan peluncuran program “Tebar Cinta Akhiri AIDS”. 

“Ada 13 LSM tergabung dalam Bandung AIDS Coalition dan 9 Kelompok Dukungan Sebaya yang hadir. Kita bersama-sama merumuskan strategi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bandung,” paparnya. 

Maya menjelaskan, kolaborasi pemerintah, LSM, Baznas, komunitas dan kelompok dukungan sebaya menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program HIV/AIDS di Bandung. Kemandirian program harus terus dilanjutkan agar bisa memfasilitasi teman-teman aktivis dan kelompok dukungan sebaya. 

"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Dispora Kota Bandung sebagai fasilitator penyelenggaraan puncak peringatan. Hari ini kita berkumpul untuk berdiskusi bagaimana strategi program HIV/AIDS untuk Kota Bandung tercinta ini. Kita membutuhkan masukan dari semua pihak,” tandasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik