Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu ikan ditemukan mati di pantai perairan Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kejadian ini diduga karena keracunan atau akibat perubahan iklim di perairan utara Jawa Tengah hingga menimbulkan aroma tak sedap.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (28/11), puluhan ribu ikan terlihat mengambang di pantai Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kondisi itu menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar hingga membuat warga khawatir.
Sejumlah petugas dari desa, kecamatan hingga Pemkab Demak diturunkan untuk melakukan pemeriksaan atas kejadian tersebut, namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian puluhan ribu ikan di perairan utara Jawa Tengah ini.
"Sudah tiga hari lalu puluhan ribu ikan mati di pantai Sayung ini," ujar warga sekitar, Furqon, 40.
Hal serupa juga diungkapkan warga lain, Achmadi, 55, mengaku kaget banyak ikan mati terdampar di pantai Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak. Warga pun merasa takut dan mengira-ngira kejadian ini akibat pencemaran dan dapat berimbas pada perikanan budi daya sekaligus aroma tak sedap ikan busuk tercium hingga radius ratusan meter.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak Sudarwanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya puluhan ribu ikan mati di perairan Sayung, petugas diturunkan untuk melakukan pemeriksaan guna mengungkap penyebab kematian ikan secara bersamaan.
"Kita telah ambil sample ikan, kasar air hingga lumpur di pantai Bedono, Kecamatan Sayung, Demak untuk diteliti di laboratorium," kata Sudarwanto.
Menurut Sudarwanto, meskipun telah diturunkan petugas untuk melakukan penelitian, namun hingga kini belum dapat dipastikan penyebab kematian ikan tersebut, karena masih menunggu dan pemeriksaan laboratorium selesai.
"Penyebabnya bisa berbagai hal, namun yang penting saat ini mengatasi lebih ikan yang mati agar tak berdampak pada lingkungan," imbuhnya.
Meskipun tidak menampik adanya dugaan awal yang dipicu fenomena perubahan sanitasi air, sirkulasi air laut dan payau yang terhambat akibat pembangunan Tol Semarang–Demak, sehingga air laut tidak bisa masuk bertukar dengan air tawar di cekungan.
"Namun itu belum dapat dijadikan kesimpulan," tuturnya.
Lokasi matinya puluhan ribu ikan itu, ungkap Sudarwanto, bukan berada di tambak produksi milik warga, tetapi di kolam retensi penampungan lumpur yang dijadikan sebagai persiapan pembangunan kolam retensi. (M-2)
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved