Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Puluhan Ribu Ikan Mati Terdampar di Pantai Morosari Demak

Akhmad Safuan
28/11/2025 17:49
Puluhan Ribu Ikan Mati Terdampar di Pantai Morosari Demak
Puluhan ribu ikan mati terdampar di pantai Sayung, Demak membuat kekhawatiran pemilik tambak budidaya ikan.(MI)

PULUHAN ribu ikan ditemukan mati di pantai perairan Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kejadian ini diduga karena keracunan atau akibat perubahan iklim di perairan utara Jawa Tengah hingga menimbulkan aroma tak sedap.

Pemantauan Media Indonesia, Jumat (28/11), puluhan ribu ikan terlihat mengambang di pantai Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kondisi itu menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar hingga membuat warga khawatir.

Sejumlah petugas dari desa, kecamatan hingga Pemkab Demak diturunkan untuk melakukan pemeriksaan atas kejadian tersebut, namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian puluhan ribu ikan di perairan utara Jawa Tengah ini.

"Sudah tiga hari lalu puluhan ribu ikan mati di pantai Sayung ini," ujar warga sekitar, Furqon, 40.

Hal serupa juga diungkapkan warga lain, Achmadi, 55, mengaku kaget banyak ikan mati terdampar di pantai Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak. Warga pun merasa takut dan mengira-ngira kejadian ini akibat pencemaran dan dapat berimbas pada perikanan budi daya sekaligus aroma tak sedap ikan busuk tercium hingga radius ratusan meter.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak Sudarwanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya puluhan ribu ikan mati di perairan Sayung, petugas diturunkan untuk melakukan pemeriksaan guna mengungkap penyebab kematian ikan secara bersamaan.

"Kita telah ambil sample ikan, kasar air hingga lumpur di pantai Bedono, Kecamatan Sayung, Demak untuk diteliti di laboratorium," kata Sudarwanto.

Menurut Sudarwanto, meskipun telah diturunkan petugas untuk melakukan penelitian, namun hingga kini belum dapat dipastikan penyebab kematian ikan tersebut, karena masih menunggu dan pemeriksaan laboratorium selesai.

"Penyebabnya bisa berbagai hal, namun yang penting saat ini mengatasi lebih ikan yang mati agar tak berdampak pada lingkungan," imbuhnya.

Meskipun tidak menampik adanya dugaan awal yang dipicu fenomena perubahan sanitasi air, sirkulasi air laut dan payau yang terhambat akibat pembangunan Tol Semarang–Demak, sehingga air laut tidak bisa masuk bertukar dengan air tawar di cekungan.

"Namun itu belum dapat dijadikan kesimpulan," tuturnya.

Lokasi matinya puluhan ribu ikan itu, ungkap Sudarwanto, bukan berada di tambak produksi milik warga, tetapi di kolam retensi penampungan lumpur yang dijadikan sebagai persiapan pembangunan kolam retensi. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya