Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemkomdigi Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin di Era Digital Cerdas dan Beretika

Hendri Kremer
28/11/2025 14:05
Kemkomdigi Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin di Era Digital Cerdas dan Beretika
Para narasumber, pejabat Kemkomdigi, dan perwakilan Pemerintah Kota Batam berfoto bersama ratusan peserta dalam pembukaan CommuniAction 2025 di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan ini menghadirkan generasi muda, akademisi, komunitas, dan praktisi komunikasi un(MI/Hendri Kremer)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong generasi muda Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin digital yang cerdas, kreatif, dan beretika. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan CommuniAction 2025 yang digelar di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Informasi Publik, Nursodik Gunarjo, mengatakan bahwa kemampuan kepemimpinan digital kini menjadi kebutuhan penting bagi anak muda. Ia mengatakan, ruang digital bukan hanya tempat berkreativitas, tetapi juga ruang untuk tanggung jawab publik harus dijaga.

“Di sinilah inovasi dan kreativitas bertemu dengan tanggung jawab publik,” katanya, Kamis (27/11) malam kepada Media Indonesia dalam acara bertema ‘Aksi Nyata, Komunikasi Terencana’.

Menurut Nursodik, masa depan komunikasi publik Indonesia sangat ditentukan oleh peran kreator muda yang mampu menjaga ekosistem digital tetap sehat. Ia menyebut CommuniAction sebagai wadah nasional untuk mengembangkan kemampuan itu.

“CommuniAction bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan yang menyatukan pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan generasi muda. Ini kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena “tsunami informasi” yang kerap memicu kegaduhan di masyarakat akibat pesan singkat yang tidak akurat.
“Banyak kabar beredar yang membuat warga panik, padahal setelah ditelusuri tidak pernah terjadi. Hanya salah baca, salah tangkap, dan salah sebarkan,” ujarnya.

Tenaga Ahli Dirjen KPM Kemkomdigi, Latief Siregar, dalam paparannya menyebut bahwa reputasi publik kini sangat rapuh di era kecepatan konsumsi informasi. Sebuah pesan yang dipotong tanpa konteks dapat menciptakan persepsi negatif secara cepat dan masif.

“Di era kecepatan scroll digital, satu kesalahan berbicara dapat menciptakan badai persepsi dalam hitungan detik,” tegasnya.

Dia mencontohkan kasus runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat yang dipicu kesalahan komunikasi direksi.

“Kini video delapan detik bisa dianggap lebih sahih daripada penjelasan delapan lembar. Kecepatan memutuskan jauh mengalahkan kecepatan memahami. Karena itu literasi digital menjadi sangat penting,” tambahnya.

Komunikasi Publik Tentukan Arah Kebijakan

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam, menegaskan bahwa komunikasi publik merupakan instrumen strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Di era transformasi digital, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi penentu arah kebijakan. Salah komunikasi bisa berujung salah persepsi dan salah keputusan. Karena itu komunikasi terencana harus menjadi budaya kerja,” katanya.

Seperti diketahuhi CommuniAction dikenal sebagai platform kolaboratif yang mengintegrasikan tiga program utama Ditjen KPM, yaitu Media Monitoring FoMo, IGID Menyapa yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, serta SOHIB Berkelas yang bertujuan memperkuat produksi konten kreatif.

Acara tahun ini menghadirkan praktisi dan tokoh komunikasi strategis seperti Latief Siregar, Dody Rochady (CEO Brightminds Communication), Singgih Aji Abiyuga (Head Production Indonesia.go.id), dan Rulli Nasrullah (akademisi dan praktisi media digital). Para narasumber membahas manajemen isu, riset perilaku publik, dan tantangan narasi di ruang digital yang bergerak tanpa batas waktu. (HK/e-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik