Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah terobosan besar dalam pembangunan desa berkelanjutan kembali lahir dari kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia. Melalui Program Kosabangsa 2025, tim dari Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) dan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) menghadirkan transformasi nyata di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, desa yang kini diproyeksikan sebagai ikon ekonomi sirkular nasional berbasis konsep waste-to-wealth.
Program berjudul “Akselerasi Ekonomi Sirkular Berbasis Waste-to-Wealth Menuju Kelestarian Lingkungan di Desa Bentek Kabupaten Lombok Utara” ini dipimpin oleh Didin Septa Rahmadi (Ketua), bersama Wardatul Jannah dan Duwi Purwati, serta didampingi tim dari UPMI Bali yang diketuai I Wayan Suanda dan I Komang Sukendra.
Selama bertahun-tahun, limbah bambu di Desa Bentek hanya dibakar atau dibuang begitu saja. Namun kini, berkat sentuhan sains dan teknologi tepat guna, limbah tersebut telah disulap menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, hingga briket bioenergi yang mulai dipasarkan secara lokal dan regional.
Dalam waktu singkat, 80% limbah bambu berhasil dimanfaatkan, dan pendapatan kelompok masyarakat meningkat hingga 25%.
“Ini bukan sekadar program. Ini revolusi cara masyarakat memandang limbah,” ungkap Didin Septa Rahmadi, Ketua Tim Pelaksana UNU NTB.
Tak hanya sektor produksi, Karang Taruna “Bareng-Bareng” kini menjelma menjadi motor ekonomi kreatif desa. Melalui pelatihan digital, storytelling, dan manajemen destinasi, mereka berhasil meluncurkan aplikasi SIWADIGI – Sistem Informasi Wisata Digital, yang mempromosikan wisata edukatif berbasis ekonomi sirkular.
Hasilnya mencengangkan: jumlah kunjungan wisata meningkat menjadi 1.000 orang per bulan, dan 10–15 lapangan kerja baru tercipta.
“Sains itu penting, tapi yang lebih penting adalah memberdayakan manusia yang menjalankannya,” tegas I Wayan Suanda, Ketua Tim Pendamping dari UPMI Bali.
Program Kosabangsa 2025 di Desa Bentek menjadi model ideal kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Berbagai inovasi seperti teknologi pirolisis, produksi biochar, dan digitalisasi wisata dilaksanakan langsung oleh masyarakat dengan pendampingan akademisi.
Dukungan Pemerintah Desa Bentek memastikan setiap inovasi terintegrasi dalam RPJM Desa dan rencana pembangunan jangka panjang.
Capaian utama program mencakup:
Pengolahan limbah bambu hingga 80%
Peningkatan pendapatan masyarakat 25%
Penciptaan 10–15 lapangan pekerjaan baru
Pengembangan tiga produk waste-to-wealth
Kompetensi teknis dan digital meningkat 70–80%
Peningkatan ekonomi agregat desa mencapai 28%
Terbentuknya Forum Ekonomi Sirkular Desa Bentek (FESDEB)
Transformasi ini menjadikan Desa Bentek sebagai kandidat kuat Pilot Village Ekonomi Sirkular Nasional.
Dengan berbagai keberhasilan tersebut, Kosabangsa 2025 di Desa Bentek menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat terjadi ketika sains, masyarakat, dan nilai-nilai kearifan lokal bekerja bersama. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di desa-desa lain di Lombok Utara maupun secara nasional.
UNIVERSITAS Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto menjalin kolaborasi.
Lebih dari 340 tempat pembuangan sampah (TPA) di Indonesia masih menggunakan metode open dumping meskipun secara undang-undang sudah dilarang.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Peneliti temukan cara mengolah limbah biji bunga matahari menjadi tepung roti bernutrisi tinggi. Kaya protein, antioksidan, dan bantu kontrol gula darah.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Selama lebih dari empat tahun terakhir Banyumas menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved