Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi melanda sejumlah daerah, termasuk Kota Padang, Sumatra Barat.
Hujan deras berkepanjangan pada Senin (24/11) malam hingga Selasa (25/11) subuh mengakibatkan longsor di kawasan Lubuk Minturun. Tepatnya di dekat Perumahan Siti Hawa.
Longsoran tebing mengakibatkan materialnya turun ke jalan. Akses lalulintas menjadi terhambat. Mendapati kondisi demikian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang menurunkan satu unit alat berat.
"Pagi tadi kita langsung turunkan eskavator mini ke lokasi," terang Kepala DPUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, Selasa (25/11) siang.
Eskavator langsung berkerja cepat. Menepikan material longsor di badan jalan.
"Tidak butuh waktu lama, arus kendaraan sudah mulai lancar meski harus buka tutup," ungkap Tri.
Selain menerjunkan alat berat di Lubuk Minturun, DPUPR juga menurunkan alat berat di Pantai Muaro Lasak. Hujan deras berkepanjangan selama beberapa hari ini mengakibatkan sampah menumpuk di bibir pantai.
"Alat berat ukuran besar sudah bekerja di pantai sejak Senin kemarin, sudah 20 ton sampah yang kita angkut bersama Dinas Lingkungan Hidup," terang Sri. (YH/E-4)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan penambalan jalan ini telah menyasar beberapa lokasi strategis dalam beberapa hari terakhir.
Upaya pemulihan ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah lain yang terdampak bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved