Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tiga Hari Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Bencana

Benny Bastiandy
24/11/2025 16:52
Tiga Hari Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Bencana
Personel BPBD Kabupaten Sukabumi menangani ambrolnya TPT di salah satu lokasi dampak curah hujan tinggi kurun tiga hari terakhir.(MI/Benny Bastiandi)

TANAH longsor mendominasi kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selama tiga hari berturut-turut pada Jumat (21/11) hingga Minggu (23/11). Dari 12 kejadian bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi itu, sebanyak 11 kejadian di antaranya merupakan tanah longsor dan 1 kali cuaca ekstrem. 

Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdaops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bencana terjadi di berbagai wilayah. Ada delapan kecamatan yang diterjang bencana selama kurun tiga hari terakhir.  "Selama tiga hari terjadi 12 kali kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi yang dipicu curah hujan tinggi," kata Daeng, Senin (24/11). 

Data Pusdalops BPBD, wilayah yang terjadi bencana berada di Kecamatan Cikakak, Parungkuda, Simpenan, Cibadak, Cicantayan, Cidahu, Cicurug, dan Kalapanunggal. Bencana menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah warga serta fasilitas infrastruktur dan fasilitas umum.

"Tapi berbagai kejadian bencana tak menimbulkan korban luka ataupun jiwa. Hanya berdampak terhadap kerugian materil. Nilai kerugian masih dalam proses penghitungan," tuturnya.

BPBD sedang menangani kerusakan dampak bencana. Namun penanganan hanya bersifat sementara karena secara permanen ditangani dinas teknis. "Kami sudah berkoordinasi dengan dinas teknis untuk menangani kerusakan dampak bencana alam," imbuhnya. 

BPBD terus mengimbau masyarakat agar waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan berpotensi bencana. "Seperti di kawasan tebing, bantaran sungai, dan daerah rawan lainnya. Curah hujan masih diprediksi tinggi. Jadi, masyarakat harus selalu waspada," pungkasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya