Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka datang dari Pusat Konservasi Gajah Sebanga. Salah satu anak gajah “Laila” jenis kelamin betina, umur 1 tahun 6 bulan, dilaporkan mati pada Sabtu (22/11), di Pusat Konservasi Gajah Sebanga Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Sebelumnya pada 10 September 2025, kabar duka di dunia konservasi Riau juga terjadi saat anak gajah Tari atau Kalista Lestari berumur 2 tahun 10 bulan ditemukan mendadak mati di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang diduga akibat virus herpes jenis EEHV.
"Gajah Laila merupakan anak gajah yang dilahirkan pada tanggal 6 April 2024 di Pusat Konservasi Gajah Sebanga dari Induk bernama Puja dan Jantan bernama Sarma," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono, Sabtu (22/11).
Ia menjelaskan, pada Kamis (20/11), anak Gajah Laila terlihat kurang aktif dari biasanya namun nafsu makan dan minum masih baik.
"Berdasarkan informasi tersebut kami menurunkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan mahout dilaporkan bahwa kondisi suhu tubuh Laila normal. Selanjutnya tim Dokter Hewan melakukan pemeriksaan lanjutan dan memberikan cairan infus dan obat. Serta dilakukan pemantauan setiap 2 jam," jelasnya.
Selanjutnya Supartono mengatakan, pada Jumat (21/11), sampai pukul 22.00 WIB Gajah Laila masih terpantau makan dan minum seperti biasa dan tetap minum air susu induknya. Sekitar pukul 00.30 WIB Gajah Laila terdengar menjerit atau teriak, ketika dipantau gajah masih kondisi berdiri dan aktif bergerak.
Selanjutnya sekitar pukul 01.00 WIB, Gajah Laila kembali menjerit, setelah di cek, kondisi gajah posisi tubuh dalam keadaan berbaring, namun setelah diberikan penangan Gajah kembali bangun, minum dan menyusu.
"Sekitar pukul 05.00 WIB Gajah Laila sempat bersuara, kemudian dilakukan pemeriksaan dan sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi terbaring Gajah Laila dinyatakan sudah mati," ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk memastikan penyebab kematian, tim dokter hewan BBKSDA Riau melakukan nekropsi untuk melihat perubahan yang terjadi pada organ-organ vital. "Selain itu akan dilakukan pengambilan sampel jaringan yang selanjutnya akan diuji di laboratorium," pungkasnya.(M-2)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan terus mengintensifkan upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Provinsi Riau.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved