Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Perum Jasa Tirta I Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Bekerja Sama dengan BMKG

Januari Hutabarat
21/11/2025 21:44
Perum Jasa Tirta I Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Bekerja Sama dengan BMKG
Tim OMC BMKG–PJT I melakukan pengecekan peralatan dan bahan penyemaian garam (NaCl).(MI/Januari Hutabarat)

 

MENGANTISIPASI dampak kemarau panjang yang menggerus volume air Danau Toba, Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta PT INALUM resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba-Sumatera, Jumat (21/11/2025). Operasi ini menjadi langkah cepat untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga dan ekosistem danau tidak terganggu.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menegaskan bahwa OMC merupakan respons strategis atas penurunan curah hujan yang terjadi berbulan-bulan terakhir dan mulai memengaruhi suplai air dari Danau Toba hingga ke sistem Sungai Asahan.

“OMC ini bagian dari upaya menjaga ketahanan air, energi, dan pangan nasional, sebagaimana Asta Cita Presiden. Kami harus bertindak cepat sebelum level air jatuh ke titik kritis,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, operasi yang berlangsung 15 hari itu diarahkan untuk mendukung stabilitas pengoperasian tiga bendungan vital—Siruar, Siguragura, dan Tangga yang selama ini menjadi penopang pasokan listrik, air minum PDAM, industri, hingga aktivitas masyarakat di wilayah hilir.

TEKNIK OPERASI
BMKG memimpin analisis meteorologi untuk menentukan awan potensial. Penyemaian garam (NaCl) dilakukan menggunakan pesawat komersial yang disewa khusus untuk memastikan presisi titik sebar. “Semua penyemaian mengikuti dinamika atmosfer harian. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap misi dihitung dan dievaluasi real time,” kata Budi.

Posko koordinasi dibentuk bersama PJT I dan PT INALUM untuk memastikan setiap penerbangan, titik semai, dan hasil lapangan dapat dipantau secara berkelanjutan. Evaluasi harian diberlakukan untuk memastikan efektivitas penyemaian benar-benar mendongkrak curah hujan di DTA Danau Toba.

LINDUNGI EKOSISTEM
PJT I, M. Luckmanul Chakim, menilai OMC sebagai langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidrologis di kawasan Danau Toba, terlebih ketika kebutuhan air meningkat sementara suplai alami melemah.

“PJT I berkomitmen menjaga elevasi permukaan Danau Toba berada dalam batas aman. Ini menyangkut keberlanjutan ekosistem, pasokan listrik, irigasi pertanian, hingga kepentingan industri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi tiga lembaga ini diharapkan menghasilkan peningkatan signifikan curah hujan di zona-zona kritis DTA Danau Toba, sehingga ketahanan sumber daya air di kawasan Danau Toba–Sungai Asahan dapat terjaga sepanjang musim kemarau. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya