Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Papua Mathius Fakhiri mengecam keras dugaan penelantaran oleh rumah sakit terhadap pasien ibu hamil almarhumah Irene Sokoy dan bayinya yang berujung kematian keduanya pada Senin (17/11). Keduanya telah dimakamkan pihak keluarga pada Rabu (19/11).
Kepada wartawan Gubernur Papua Mathius menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas tidak boleh menolak pasien dalam kondisi apa pun. Gubernur memberi ultimatum bakal menindak tegas jika ada fasilitas kesehatan yang melanggar.
“Semua direktur rumah sakit dan pemerintah daerah wajib mengambil langkah tegas. Layani pasien terlebih dahulu tanpa mempertanyakan kapasitasnya. Ini wajib,” tegasnya lagi.
Sementara Manajemen Rumah Sakit Dian Harapan (RSDH) Jayapura yang dihubungi melalui Wakil Direktur Aloysius Giyai, Kamis (21/11) sore menegaskan bahwa mereka tidak pernah menolak pasien rujukan dari RSUD Yowari.
Meski mengakui tak punya kewenangan memberi penjelasan, Aloysius Giyai yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Direktur RS Abepura dan RS Jayapura itu mengirimkan jawaban resmi pihak RS Dian Harapan.
Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa sejak awal mereka telah memberikan edukasi mengenai kondisi layanan, ketersediaan dokter dan ruang perawatan kepada petugas RSUD Yowari sebelum pasien tiba.
Pihak RSDH memaparkan secara rinci kronologi permintaan rujukan terhadap pasien Ny. IS, 30 tahun, yang mengalami kondisi inpartu kala II lama dengan gawat janin.
Peristiwa bermula pada Senin, 17 November 2025, pukul 00.08 WIT, ketika petugas Kamar Bersalin RSUD Yowari menghubungi RSDH untuk merujuk pasien. Dokter jaga RSDH kemudian meminta konfirmasi ketersediaan dokter spesialis anestesi, ruang perawatan, serta dokumen SOAP rujukan.
Selanjutnya 00.16 WIT: RSUD Yowari mengirimkan foto surat pengantar ambulans. Pemeriksaan internal dilakukan oleh bidan jaga RSDH, yang menemukan bahwa ruang NICU telah terisi penuh oleh delapan bayi, ruang kebidanan juga penuh, dan dokter spesialis Obgyn sedang cuti.
Dokter spesialis anestesi mitra yang dapat dipanggil membutuhkan waktu koordinasi tambahan jika harus melakukan operasi darurat.
Pada 00.43 WIT, dokter jaga mengirimkan pemberitahuan resmi ke RSUD Yowari bahwa kapasitas layanan kritis untuk tindakan operasi sesar darurat (SC CITO) tidak tersedia, dan menyarankan agar pasien langsung dirujuk ke rumah sakit lain. Namun pada 00.59 WIT, RSUD Yowari mengabarkan sudah membawa pasien menuju RSDH.
Sesampainya di IGD pukul 01.10 WIT, petugas RSUD Yowari meminta dokter jaga RSDH memberikan cap rumah sakit dan mengedukasi keluarga pasien. Dokter kemudian menjelaskan secara langsung bahwa dokter Obgyn dan anestesi tidak siaga dan ruang perawatan penuh.
Setelah penjelasan diterima, pihak keluarga memutuskan melanjutkan rujukan ke rumah sakit lain. Dokter jaga kemudian menuliskan keterangan dalam surat pengantar ambulans sebelum kembali menangani pasien darurat lain yang sudah tiba lebih dulu.
Situasi di IGD sempat semakin padat ketika seorang ibu melahirkan di dalam mobil, sehingga bidan RSDH meminta ambulans RSUD Yowari memajukan posisi mobil agar penanganan darurat bisa dilakukan. Ketika petugas RSDH hendak kembali ke ambulans RSUD Yowari, mobil tersebut sudah meninggalkan area rumah sakit.
Manajemen RSDH menegaskan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar dan tidak ada unsur penolakan pasien.
Sebelumnya diberitakan Seorang ibu muda asal Kampung Hobong, Kabupaten Jayapura, Irene Sokoy, meninggal bersama bayi yang sedang dikandungnya setelah ditolak sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura, Papua. (H-4)
Kisah Ibu Irene Sokoy di Papua meninggal setelah ditolak empat rumah sakit menunjukkan kegagalan serius dalam pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.
Kemenkes mengirim tim yang ditugaskan untuk menginvestigasi kasus Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang diduga ditolak oleh 4 rumah sakit (RS) sehingga pasien meninggal dunia.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi terhadap kasus Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang diduga ditolak oleh 4 rumah sakit (RS) sehingga pasien meninggal dunia.
DUNIA pelayanan kesehatan di Indonesia hari-hari ini mendapat ujian yang luar biasa.
ANGGOTA Fraksi Partai Golkar DPR RI dengan tegas menolak segala bentuk penolakan pasien oleh rumah sakit.
ANGGOTA legislatif menyoroti kasus meninggalnya ibu hamil yang ditolak rumah sakit Irene Sokoy, di Papua. Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sanksi pada rumah sakit
Kemenkes mengirim tim yang ditugaskan untuk menginvestigasi kasus Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang diduga ditolak oleh 4 rumah sakit (RS) sehingga pasien meninggal dunia.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi terhadap kasus Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang diduga ditolak oleh 4 rumah sakit (RS) sehingga pasien meninggal dunia.
Tito mengatakan ia sudah berkoordinasi dengan Penjabat Gubernur Papua Matius Fakhiri untuk mengambil langkah darurat, termasuk mendatangi keluarga korban.
DIREKTUR Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Festus Ngoranmele, menyampaikan keprihatinan dan kritikan yang tegas terhadap kematian seorang ibu hamil bernama Irene Sokoy.
Tragedi ibu hamil Irene Sokoy asal Kampung Hobong, Sentani, yang meninggal bersama bayi dalam kandungannya karena tidak dilayani rumah sakit menjadi bukti pemerintah selama ini berbohong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved