Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memasuki usia ke-25 tahun pada 21 November sebagai rumah besar masyarakat Serumpun Sebalai. Sejak berdiri pada 2000, pembangunan di berbagai sektor terus dipacu, terutama sektor pariwisata yang kini menjadi wajah transformasi ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bangka Belitung, Widya Kemala Sari, menegaskan bahwa pariwisata menjadi tumpuan harapan baru bagi Babel di tengah tren penurunan sektor pertambangan.
Kini Babel terus berbenah diri menjadi destinasi wisata yang ramah, berdaya saing, dan berkelanjutan. "Babel adalah anugerah yang tak habis diceritakan. Pada 2024, tercatat 640 daya tarik wisata tersebar di seluruh wilayah, mulai dari pantai berpasir putih yang mendunia, bentang alam geopark kelas UNESCO, kekayaan budaya, hingga kulinernya yang menggugah selera," ujar Widya, Kamis (20/11).
Pesona tersebut terbukti mampu menarik wisatawan. Sepanjang 2024, sebanyak 482.541 wisatawan tercatat menginap di hotel berbintang di Babel. Wisatawan nusantara masih mendominasi, namun jumlah wisatawan mancanegara terus menunjukkan peningkatan.
Selain itu, Babel kini memiliki 100 desa wisata yang menjadi laboratorium kreativitas masyarakat sekaligus cerminan keramahan Babel. Beberapa desa wisata bahkan berhasil meraih prestasi membanggakan, seperti Desa Perlang (Juara 3 ADWI 2022 Kategori Digital), Desa Tari Rebo (Juara 1 ADWI 2023 Kategori Souvenir), Desa Keciput (Juara 3 ADWI 2024 Kategori Desa Maju), Desa Terong (Penghargaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat ASEAN 2025), dan Desa Keciput (Masuk 30 Desa Wisata Terbaik Nasional 2025).
"Sebagai program unggulan, Pemerintah Provinsi menargetkan peningkatan kualitas 20 desa wisata menuju level nasional dan internasional," imbuh Widya.
Ia menambahkan, Bangka Belitung memiliki modal pariwisata yang lengkap dan unik, mulai dari alam yang mempesona seperti pantai, danau, bukit, hingga wisata bawah laut, Belitong UNESCO Global Geopark, dan KEK Tanjung Kelayang. "Kita juga punya budaya dan seni yang khas, seperti Dambus, Dul Muluk, dan tarian tradisional," lanjutnya.
Tak ketinggalan, UMKM dan ekonomi kreatif juga berperan penting dengan produk seperti kopiah resam, batik cual, dan pewter yang menjadi bagian dari keragaman cendera mata Babel.
Bagi pecinta kuliner, Babel menawarkan beragam hidangan khas seperti lempah kuning, otak-otak, dan martabak. Sementara untuk wisata sejarah, ada Wisma Ranggam dan Menumbing.
"Keramahan masyarakat dengan nilai Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong menjadi ciri khas bahwa Babel ini cinta damai," terangnya, seraya menambahkan bahwa Babel memiliki lokasi strategis karena dekat dengan Jakarta dan mudah dijangkau.
Di usia ke-25 ini, diharapkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin berjaya, khususnya dengan sektor pariwisata yang mendunia. (E-2)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved