Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terus Bertambah, Pengungsi Longsor Banjarnegara Capai 823 Orang

TosianiĀ 
17/11/2025 21:29
Terus Bertambah, Pengungsi Longsor Banjarnegara Capai 823 Orang
Longsor di Kabupaten Banjarnegara.(Dok BPBD Kabupaten Banjarnegara)

JUMLAH warga terdampak bencana tanah longsor Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengungsi terus bertambah. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukan, hingga Senin (17/11) malam, jumlah pengungsi mencapai 823 jiwa.

Ratusan pengungsi kini menempati sejumlah titik pengungsian darurat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, BPBD Banjarnegara bersama Dinas Sosial, PMI, relawan, serta berbagai instansi lain telah membangun dapur umum.

Tanah longsor di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, terjadi pada Minggu (16/11). Longsor dipicu hujan lebat berkepanjangan. Material tanah longsor menimbun sejumlah rumah warga dan memutus akses jalan menuju beberapa titik organisasi.

Hingga Senin (17/11), dua orang telah ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. Kedua korban adalah Klewih, 40, ditemukan pada Minggu sore. Serta satu korban lainnya bernama Esiah, 24, ditemukan pada Senin pagi, di bawah tebalnya timbunan tanah dan batu. Kedua korban merupakan ibu dan anak.

Pada Senin pagi terdapat 25 warga yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian sejak Minggu malam, namun upaya tersebut masih menghadapi berbagai kendala.

Proses evakuasi dan pencarian tidak mudah karena tanah di lokasi bencana masih terus bergerak. Selain itu, medan yang jauh dan akses yang sulit membuat petugas harus berhati-hati agar tidak terjadi longsor susulan.

Selain itu, terdapat sekitar 34 warga yang masih terjebak di dalam hutan. Mereka terjebak saat beraktivitas di tengah hutan, seperti mencari kayu atau bekerja di kebun. 

Regu penyelamat pun masih berusaha mencapai ke lokasi warga masih terjebak. Adapun proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung.

Pemkab Banjarnegara juga telah menyediakan makanan siap saji, bantuan logistik, selimut, serta layanan kesehatan. Tenaga medis juga dikerahkan untuk memberikan perawatan bagi warga yang mengalami luka ringan, kelelahan, atau trauma akibat bencana.

Para petugas masih terus menjaga kondisi tanah untuk memastikan keamanan tim dan warga sekitar. Aparat juga mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi longsor karena potensi pergerakan tanah masih tinggi. (TS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya